Jasa Marga

Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Jasamarga Siagakan Motorist di Ruas Tol MBZ

Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Jasamarga Siagakan Motorist di Ruas Tol MBZ
Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026, Jasamarga Siagakan Motorist di Ruas Tol MBZ

JAKARTA - Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri selalu menjadi perhatian utama pengelola jalan tol di Indonesia. 

Setiap tahun, jutaan kendaraan diperkirakan melintasi berbagai ruas tol utama, termasuk Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) yang menjadi salah satu jalur strategis di kawasan Jabodetabek.

Lonjakan volume kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran membuat operator jalan tol harus meningkatkan kesiapsiagaan operasional. Berbagai langkah antisipasi disiapkan agar perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan nyaman, termasuk dengan menambah personel serta memperkuat sistem penanganan kondisi darurat di jalan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiagakan petugas khusus yang dapat bergerak cepat di tengah kepadatan lalu lintas. Kehadiran petugas ini diharapkan mampu memberikan respons lebih cepat ketika terjadi gangguan kendaraan, kecelakaan, maupun situasi lain yang berpotensi menghambat arus kendaraan di jalan tol.

Jasamarga Siagakan Motorist di Ruas Jalan Layang MBZ

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) menyiagakan petugas "motorist" di Ruas Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan layanan operasional menjelang periode arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Kehadiran motorist ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan pelayanan lalu lintas tetap optimal selama periode peningkatan mobilitas masyarakat," kata GM Operasi dan Pemeliharaan PT JJC Desti Anggraeni di Bekasi, Jawa Barat, Rabu.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengelola jalan tol untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, terutama ketika volume kendaraan meningkat tajam selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Motorist Diperbantukan untuk Penanganan Situasi di Lapangan

Dia mengatakan petugas tersebut disiagakan untuk mendukung penanganan situasi di lapangan, khususnya pada kondisi kepadatan lalu lintas yang dapat menghambat mobilitas kendaraan patroli operasional.

Dengan menggunakan armada sepeda motor, petugas dinilai bisa menjangkau lokasi kejadian secara lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara responsif.

Kehadiran petugas bermotor ini dianggap lebih efektif karena dapat bergerak lebih lincah dibandingkan kendaraan patroli biasa, terutama saat terjadi kemacetan yang membuat akses kendaraan besar menjadi terbatas.

Desti menjelaskan petugas ini memiliki beberapa fungsi utama antara lain membantu pengisian bahan bakar minyak (BBM) bagi pengguna jalan yang mengalami kehabisan bahan bakar di ruas tol serta membantu pengaturan lalu lintas apabila terjadi kepadatan.

Motorist Bantu Tangani Kecelakaan hingga Gangguan Kendaraan

"Petugas khusus ini juga turut membantu penanganan hambatan lalu lintas seperti kecelakaan, kendaraan gangguan maupun kejadian kebakaran ringan," katanya.

Menurut dia, keberadaan petugas motor juga berperan penting sebagai respons awal apabila terjadi kendala di tengah kepadatan lalu lintas, di mana kendaraan patroli sulit menjangkau lokasi secara cepat.

Petugas ini dapat terlebih dahulu melakukan tindakan awal pengamanan lokasi serta memberikan bantuan kepada pengguna jalan hingga petugas operasional lain tiba di lokasi.

Dengan demikian, berbagai gangguan yang terjadi di jalan tol dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kemacetan yang lebih panjang atau menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan lainnya.

Komitmen Hadirkan Layanan Tol yang Cepat dan Responsif

Pihaknya terus berkomitmen menghadirkan layanan operasional yang aman, cepat dan responsif bagi seluruh pengguna jalan, khususnya selama periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Upaya peningkatan layanan ini merupakan bagian dari komitmen pengelola jalan tol dalam memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi masyarakat, terutama saat periode libur panjang yang identik dengan lonjakan jumlah kendaraan.

Selain menyiagakan petugas motorist, berbagai fasilitas dan sistem pemantauan lalu lintas juga terus diperkuat untuk memastikan kondisi jalan tol tetap terkendali selama masa mudik Lebaran.

Imbauan Keselamatan bagi Pengguna Jalan Tol

PT JJC mengimbau pengguna jalan yang melintas di Ruas Jalan Layang MBZ untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan.

Pengguna jalan diminta memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga kecukupan daya listrik maupun bahan bakar minyak serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca, khususnya hujan yang dapat mempengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.

Selain itu, pengendara juga disarankan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga jarak aman antar kendaraan selama berkendara di jalan tol.

Pengguna jalan juga dapat mengakses informasi terkini maupun permintaan pelayanan lalu lintas jalan tol melalui pusat panggilan 24 jam Jasa Marga Group di nomor 133, Twitter @PTJASAMARGA serta aplikasi Travoy 4.5 untuk pengguna iOS dan Android.

Dengan berbagai langkah kesiapsiagaan yang telah disiapkan oleh pengelola jalan tol, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih lancar, aman, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index