Elnusa

Kinerja Elnusa (ELSA) 2025: Pendapatan Naik ke Rp14,5 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Tipis

Kinerja Elnusa (ELSA) 2025: Pendapatan Naik ke Rp14,5 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Tipis
Kinerja Elnusa (ELSA) 2025: Pendapatan Naik ke Rp14,5 Triliun, Laba Bersih Tumbuh Tipis

JAKARTA - PT Elnusa Tbk. (ELSA), emiten penyedia jasa terintegrasi di sektor hulu minyak dan gas bumi, mencatatkan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun buku 2025. 

Meski demikian, peningkatan laba bersih perusahaan relatif terbatas akibat tekanan biaya operasional yang meningkat seiring bertambahnya aktivitas bisnis.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada Kamis, 5 Maret 2026, Elnusa membukukan pendapatan sebesar Rp14,5 triliun sepanjang 2025. Realisasi tersebut meningkat 8,25% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang tercatat Rp13,39 triliun.

Kenaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas pada segmen distribusi dan logistik energi, serta layanan hulu migas yang menjadi lini bisnis utama perseroan.

Pendapatan Tumbuh Seiring Peningkatan Aktivitas Operasional

Pertumbuhan kinerja pendapatan Elnusa sepanjang 2025 mencerminkan meningkatnya permintaan layanan di sektor energi, khususnya pada kegiatan distribusi dan logistik energi. Aktivitas pada lini layanan hulu migas juga turut memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bruto perusahaan juga mengalami peningkatan. Sepanjang 2025, Elnusa mencatatkan laba bruto sebesar Rp1,45 triliun atau naik 9,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,32 triliun.

Kendati demikian, peningkatan aktivitas operasional perusahaan turut berdampak pada kenaikan beban pokok pendapatan. Sepanjang tahun 2025, beban pokok pendapatan Elnusa tercatat sebesar Rp13,05 triliun, meningkat 8,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp12,07 triliun.

Laba Bersih Hanya Naik Tipis Akibat Tekanan Beban Usaha

Meskipun pendapatan dan laba bruto mengalami pertumbuhan, peningkatan laba bersih Elnusa pada 2025 tercatat relatif terbatas. Perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp718,4 miliar sepanjang 2025.

Angka tersebut hanya meningkat tipis sebesar 0,7% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2024 yang tercatat Rp713,6 miliar. Pertumbuhan laba yang tidak terlalu signifikan ini disebabkan oleh meningkatnya beban usaha yang harus ditanggung perusahaan selama periode tersebut.

Dengan bertambahnya aktivitas bisnis dan operasional, perusahaan harus menanggung biaya tambahan yang pada akhirnya menekan laju pertumbuhan laba bersih.

Total Aset Meningkat Hingga Akhir 2025

Dari sisi neraca keuangan, Elnusa juga mencatatkan peningkatan total aset pada akhir tahun 2025. Per 31 Desember 2025, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp10,96 triliun.

Nilai tersebut meningkat sekitar 3,1% dibandingkan posisi aset pada akhir 2024 yang sebesar Rp10,63 triliun. Peningkatan aset ini terutama didorong oleh pertumbuhan aset tetap serta peningkatan signifikan pada aset hak-guna.

Aset tetap Elnusa tercatat naik 9,5% menjadi Rp2,12 triliun. Selain itu, aset hak-guna perusahaan mengalami lonjakan cukup besar menjadi Rp428,82 miliar dari sebelumnya Rp114,49 miliar.

Peningkatan aset ini menunjukkan adanya ekspansi dan penambahan fasilitas operasional yang dilakukan perusahaan guna mendukung aktivitas bisnis di sektor energi.

Liabilitas Turun, Struktur Permodalan Semakin Kuat

Di sisi lain, total liabilitas perusahaan justru mengalami penurunan sepanjang 2025. Elnusa mencatatkan total liabilitas sebesar Rp5,65 triliun, turun 1,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,72 triliun.

Penurunan liabilitas tersebut dipengaruhi oleh pelunasan utang sukuk senilai Rp699,41 miliar yang dilakukan perusahaan. Selain itu, utang usaha kepada pihak berelasi juga mengalami penurunan signifikan hingga 40,8%.

Perbaikan struktur keuangan perusahaan juga tercermin dari meningkatnya ekuitas. Pada akhir 2025, ekuitas Elnusa tercatat sebesar Rp5,31 triliun atau naik 8,38% dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,90 triliun.

Peningkatan ekuitas ini terutama didorong oleh kenaikan saldo laba tidak dicadangkan yang mencapai Rp4,08 triliun, meningkat 11,9% dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan berhasil memperkuat struktur permodalan di tengah dinamika industri energi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index