TNI

TNI Rampungkan Jembatan Bailey 33 Meter Penghubung Dua Desa di Nias Selatan

TNI Rampungkan Jembatan Bailey 33 Meter Penghubung Dua Desa di Nias Selatan
TNI Rampungkan Jembatan Bailey 33 Meter Penghubung Dua Desa di Nias Selatan

JAKARTA - Mobilitas masyarakat di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, kini kembali lancar setelah rampungnya pembangunan jembatan bailey yang menjadi penghubung utama antardesa. 

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mempercepat aktivitas warga sekaligus mendukung pemulihan wilayah yang terdampak gangguan akses.

Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodam I/Bukit Barisan (BB) merampungkan pembangunan jembatan bailey di Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara yang merupakan jembatan penghubung antardesa.

"Jembatan bailey tersebut menghubungkan Desa Sifalago Gomo dengan Desa Balohili Gomo di Kecamatan Boronadu," ujar Kapendam I/BB Kolonel Infanteri Asrul Kurniawan Harahap di Medan, Selasa.

Keberadaan jembatan ini menjadi penghubung vital bagi masyarakat di dua desa tersebut, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial lainnya.

Proses Pembangunan Tuntas 100 Persen

Asrul mengatakan jembatan itu telah dinyatakan selesai 100 persen, dan siap digunakan untuk mendukung kelancaran mobilitas serta aktivitas masyarakat di wilayah perbatasan kedua desa.

Rampungnya pembangunan ini menjadi kabar baik bagi warga yang sebelumnya harus menghadapi keterbatasan akses. Dengan selesainya konstruksi, arus orang dan barang kini dapat kembali berjalan dengan lebih aman dan efisien.

Lebih lanjut ia mengatakan pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan secara intensif setiap hari dengan melibatkan personel TNI yang tergabung dari Zidam 1/BB, Yonzipur 1/DD, serta didukung oleh Kodim 0213/Nias.

Keterlibatan sejumlah satuan tersebut menunjukkan koordinasi dan kerja sama yang solid dalam menyelesaikan proyek infrastruktur di wilayah tersebut.

Dukungan Material dan Spesifikasi Jembatan

"Dalam mendukung kelancaran pekerjaan, Satgas Gulbencal Kodam I/BB mengerahkan berbagai material dan kendaraan untuk mempercepat penyelesaian jembatan," ucapnya.

Upaya percepatan pembangunan dilakukan dengan mengoptimalkan peralatan dan material yang tersedia agar proses konstruksi dapat diselesaikan tepat waktu.

"Jembatan yang dibangun memiliki panjang 33 meter dan lebar 3,65 meter, dilengkapi papan lantai, balok pengapit, serta dilakukan pengecatan rangka dengan warna merah putih," ucapnya menambahkan.

Spesifikasi tersebut dirancang untuk memastikan kekuatan dan keamanan jembatan saat digunakan masyarakat. Dimensi panjang dan lebar yang memadai diharapkan mampu menunjang lalu lintas warga sehari-hari.

Ia mengatakan pada tahap akhir kegiatan difokuskan pada pemasangan balok pengapit dan papan lantai, dilanjutkan dengan pengecatan panel kanan dan kiri jembatan.

Tahapan akhir ini memastikan seluruh bagian jembatan terpasang dengan baik serta memberikan tampilan yang rapi dan siap difungsikan.

Komitmen TNI Dukung Pemulihan Infrastruktur

Pembangunan jembatan bailey ini tidak hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pemulihan infrastruktur di daerah. Kehadiran TNI dalam pembangunan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

"Kami akan terus hadir membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam percepatan pemulihan infrastruktur, khususnya di wilayah yang terdampak bencana, sebagai wujud pengabdian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat," ucapnya.

Dengan selesainya jembatan penghubung Desa Sifalago Gomo dan Desa Balohili Gomo, diharapkan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga, terutama di wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses.

Rampungnya pembangunan jembatan bailey ini sekaligus menandai komitmen berkelanjutan dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Nias Selatan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index