PGN

PGN Catat Lonjakan Realisasi Gas Bumi Periode Nataru Tembus 881 BBTUD Nasional

PGN Catat Lonjakan Realisasi Gas Bumi Periode Nataru Tembus 881 BBTUD Nasional
PGN Catat Lonjakan Realisasi Gas Bumi Periode Nataru Tembus 881 BBTUD Nasional

JAKARTA - Kinerja penyaluran gas bumi nasional tetap terjaga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan industri pada momen akhir tahun, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menunjukkan perannya sebagai tulang punggung distribusi energi gas dengan realisasi niaga gas bumi yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN memastikan seluruh rantai operasional gas bumi berjalan aman dan andal, mulai dari sektor pembangkitan listrik, transportasi, industri, hingga layanan pelanggan rumah tangga. Capaian ini menjadi indikator penting kesiapan infrastruktur energi nasional dalam menopang lonjakan kebutuhan pada periode krusial seperti Nataru.

Realisasi Gas Bumi Naik 11 Persen Selama Nataru

PGN mencatat rata-rata realisasi niaga gas bumi sebesar 881 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sekitar 11 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menjelaskan bahwa peningkatan tersebut sejalan dengan naiknya kebutuhan pelanggan di berbagai sektor.

"Ini meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya seiring dengan peningkatan kebutuhan pelanggan," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta di Surabaya, Rabu.

Lonjakan konsumsi gas bumi ini mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, serta kebutuhan energi yang terus tumbuh selama libur panjang akhir tahun.

Pasokan Gas untuk Pembangkit Listrik Terjaga Aman

Selain sektor niaga, PGN juga memastikan penyaluran gas bumi untuk pembangkit listrik berjalan dengan aman. Keandalan pasokan ini berperan penting dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional selama periode Nataru, ketika konsumsi listrik cenderung meningkat.

Dengan dukungan infrastruktur gas bumi yang tersebar di berbagai wilayah, PGN memastikan tidak terjadi gangguan pasokan yang dapat berdampak pada pelayanan listrik kepada masyarakat. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional, khususnya pada momen-momen dengan risiko lonjakan beban listrik.

Penyaluran BBG Transportasi Sesuai Prognosa

Pada sektor transportasi, penyaluran Bahan Bakar Gas (BBG) selama periode Nataru juga tercatat berjalan sesuai dengan perencanaan. PGN mengoperasikan 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan dua Mobile Refueling Unit (MRU) yang terus beroperasi sepanjang periode tersebut.

Total realisasi penyaluran BBG mencapai lebih dari 16 ribu liter setara premium (LSP). Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan BBG untuk transportasi berbasis gas dapat terpenuhi secara optimal, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.

Keberlangsungan layanan BBG ini menjadi bagian dari upaya PGN dalam mendukung diversifikasi energi dan pengurangan emisi, khususnya di sektor transportasi.

Operasional LNG dan LPG Berjalan Normal

Tak hanya gas bumi pipa, PGN juga memastikan seluruh aktivitas pendukung energi lainnya berjalan dengan aman. Kegiatan pengangkutan gas, penyimpanan dan regasifikasi LNG, serta produksi dan pengiriman LPG berada dalam kondisi normal dan sesuai kebutuhan operasional.

Stabilitas operasional ini menjadi kunci dalam menjaga kesinambungan pasokan energi di berbagai wilayah, terutama untuk pelanggan industri dan komersial yang sangat bergantung pada ketersediaan energi selama periode akhir tahun.

Layanan Pelanggan Tetap Optimal di Tengah Tantangan

Dari sisi layanan pelanggan, PGN mencatat sekitar 98 persen kasus customer handling berhasil diselesaikan selama periode Nataru. Tingkat penyelesaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas pelayanan meskipun dihadapkan pada peningkatan permintaan dan tantangan operasional.

Hery Murahmanta menyampaikan bahwa secara umum, status operasional penyaluran energi Subholding Gas berada dalam kondisi aman. Namun demikian, untuk wilayah Sumatera, masih dilakukan proses normalisasi pascabanjir yang sempat memengaruhi beberapa area.

Melalui jaringan infrastruktur gas bumi yang tersebar luas, PGN tetap menjaga kelancaran penyaluran gas kepada pelanggan komersial dan industri, pelanggan kecil, serta lebih dari 821 ribu pelanggan rumah tangga. Upaya ini memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa gangguan berarti selama periode libur panjang.

Capaian realisasi gas bumi sebesar 881 BBTUD selama Nataru menjadi bukti kesiapan PGN dalam mengelola lonjakan permintaan energi. Dengan dukungan infrastruktur, sistem layanan, serta koordinasi lintas sektor, PGN terus memperkuat perannya sebagai penyedia energi gas bumi yang andal bagi Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index