JAKARTA - Sebuah pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan AK128 yang sedang menuju Shenzhen, Tiongkok, mengalami insiden kebakaran mesin tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur. Akibatnya, pesawat Airbus A320 tersebut terpaksa kembali ke bandara asal demi keselamatan penumpang dan kru di dalamnya.
Melansir dari CNBC, pesawat tersebut lepas landas pada pukul 21.59 waktu setempat. Namun, beberapa saat setelah mengudara, sistem pesawat mendeteksi adanya kebakaran di mesin kanan. Investigasi awal menunjukkan bahwa kebakaran tersebut dipicu oleh pecahnya saluran pneumatik, yang menyebabkan lonjakan suhu dan percikan api di dalam mesin.
Pilot Ambil Langkah Cepat untuk Keselamatan
Menanggapi situasi darurat ini, pilot segera mengambil keputusan untuk kembali ke Kuala Lumpur guna memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru. "Keselamatan adalah prioritas utama kami. Begitu sistem mendeteksi adanya masalah pada mesin, kami langsung mengikuti prosedur darurat yang berlaku," ungkap seorang juru bicara AirAsia.
Pesawat akhirnya berhasil mendarat kembali di Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan selamat setelah tengah malam. Dari laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan seluruh 171 penumpang serta kru berhasil dievakuasi dengan aman.
Pemadam Kebakaran Bersiaga di Bandara
Menyusul insiden ini, Dinas Pemadam Kebakaran Negara Bagian Selangor mengonfirmasi bahwa tim pemadam telah bersiaga di landasan pacu untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran lanjutan. "Kami memastikan seluruh penumpang dapat keluar dengan selamat, serta melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada risiko kebakaran lebih lanjut," kata salah satu perwakilan dinas pemadam kebakaran.
Beruntung, sistem pemadam kebakaran internal pesawat berfungsi dengan baik dan berhasil memadamkan api sebelum pesawat mendarat. Hal ini turut membantu mencegah kerusakan lebih parah pada pesawat maupun infrastruktur bandara.
Operasional Bandara Tetap Normal
Meski insiden ini sempat mengganggu jadwal penerbangan AirAsia, otoritas bandara memastikan bahwa operasional Bandara Internasional Kuala Lumpur tidak terdampak secara signifikan. "Kami terus memantau situasi dan memastikan bahwa seluruh prosedur keamanan telah dijalankan dengan baik," kata salah satu pejabat bandara.
Hingga saat ini, pihak AirAsia belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, maskapai tersebut diyakini akan melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan faktor penyebab pasti kebakaran dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Insiden Keamanan Penerbangan yang Perlu Perhatian
Insiden seperti ini mengingatkan pentingnya langkah-langkah keamanan dalam dunia penerbangan. Kebakaran mesin merupakan salah satu risiko teknis yang dapat terjadi, namun kesiapan kru dan sistem keselamatan pesawat memainkan peran besar dalam mencegah bencana yang lebih besar.
Para ahli penerbangan menekankan bahwa meskipun kejadian ini menimbulkan kepanikan, pilot dan kru telah menjalankan prosedur darurat dengan baik, sehingga tidak ada korban jiwa yang jatuh. "Ini adalah bukti bahwa pelatihan kru dan fitur keselamatan pesawat sangat krusial dalam menangani situasi darurat," ujar seorang analis penerbangan.
Dengan adanya insiden ini, pihak maskapai diharapkan lebih ketat dalam pemeriksaan teknis sebelum penerbangan guna memastikan tidak ada potensi kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan penumpang. Sementara itu, penumpang yang terdampak oleh kejadian ini kemungkinan akan mendapatkan kompensasi atau penjadwalan ulang penerbangan dari pihak maskapai.