Kendaraan

955 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-4 Lebaran, Mayoritas Menuju Arah Timur

955 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-4 Lebaran, Mayoritas Menuju Arah Timur
955 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H-4 Lebaran, Mayoritas Menuju Arah Timur

JAKARTA - Arus mudik Lebaran 2025 mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Data dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 955.923 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) sejak 21 hingga 27 Maret 2025 atau H-4 Idulfitri.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menyampaikan bahwa ratusan ribu kendaraan tersebut tersebar ke beberapa arah, yaitu Timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju Trans Jawa dan GT Kalihurip Utama ke arah Bandung, Barat melalui GT Cikupa ke arah Merak, serta Selatan melalui GT Ciawi ke arah Puncak.

"Total volume lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek ini meningkat 1,5% dibandingkan dengan periode yang sama pada libur Idulfitri 2024 yang mencapai 941.496 kendaraan. Jika dibandingkan dengan lalu lintas normal, peningkatannya mencapai 13,0% dari 845.998 kendaraan," ujar Lisye.
 

Sebaran Arus Mudik
 

Menurut Lisye, arus kendaraan yang bergerak ke arah Timur melalui GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama mengalami lonjakan signifikan. Tercatat, sebanyak 282.994 kendaraan melintasi GT Cikampek Utama menuju jalur Trans Jawa, sementara 186.768 kendaraan melewati GT Kalihurip Utama menuju Bandung melalui Tol Cipularang.

"Total kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju Trans Jawa dan Bandung mencapai 469.762 kendaraan, meningkat sebesar 32,1% dibandingkan lalu lintas normal," ungkapnya.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang bergerak menuju arah Barat, yakni ke Merak melalui GT Cikupa, tercatat sebanyak 284.373 unit. Adapun kendaraan yang menuju ke arah Puncak melalui GT Ciawi di Tol Jagorawi berjumlah 201.788 unit.

"Lalu lintas menuju Puncak tercatat sedikit lebih rendah, turun sekitar 1,0% dibandingkan dengan lalu lintas normal," tambahnya.
 

Lonjakan Arus Mudik pada H-5
 

Pada H-5 atau 26 Maret 2025, arus mudik yang melewati empat gerbang tol utama di Jabotabek mengalami lonjakan. Jasa Marga mencatat sebanyak 192.244 kendaraan keluar dari Jabotabek pada hari itu saja.

"Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 42,8% dibandingkan dengan lalu lintas normal yang biasanya berkisar di angka 134.660 kendaraan," jelas Lisye.

Jasa Marga terus memantau perkembangan arus mudik dan mengimbau masyarakat untuk mengatur perjalanan agar tidak terjadi kepadatan di ruas tol utama. Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian untuk menerapkan manajemen lalu lintas guna mengurai kemacetan, termasuk penerapan sistem contraflow dan one way di titik-titik rawan kepadatan.

"Kami mengimbau para pemudik untuk selalu memantau kondisi lalu lintas dan menggunakan jalur alternatif jika diperlukan. Selain itu, pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh," pungkasnya.
 

Antisipasi Kemacetan dan Imbauan untuk Pemudik
 

Menghadapi lonjakan kendaraan di puncak arus mudik, Jasa Marga bersama dengan Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurangi kepadatan. Beberapa langkah yang telah disiapkan antara lain:

Penerapan sistem one way dan contraflow di ruas tol tertentu, terutama di Tol Jakarta-Cikampek, untuk mengurangi kemacetan.

Peningkatan layanan rest area dengan menambah kapasitas parkir dan fasilitas umum untuk pemudik.

Pemberian informasi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi digital dan media sosial Jasa Marga.

Koordinasi dengan kepolisian untuk melakukan rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan di titik-titik padat kendaraan.

Para pemudik juga diimbau untuk melakukan perjalanan di luar jam sibuk guna menghindari kepadatan, serta memastikan saldo e-toll mencukupi untuk menghindari antrean panjang di gerbang tol.

"Kami berharap masyarakat dapat mengikuti anjuran perjalanan yang telah disosialisasikan agar arus mudik berjalan lancar dan aman bagi semua pengguna jalan," tutup Lisye.

Dengan lonjakan kendaraan yang diprediksi akan terus meningkat hingga puncak arus mudik, para pemudik diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan matang demi kenyamanan dan keselamatan di jalan raya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index