KAI

Jumlah Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Melonjak, PT KAI Tambah Perjalanan Antisipasi Arus Mudik

Jumlah Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Melonjak, PT KAI Tambah Perjalanan Antisipasi Arus Mudik
Jumlah Penumpang KAI Daop 1 Jakarta Melonjak, PT KAI Tambah Perjalanan Antisipasi Arus Mudik

JAKARTA - Lonjakan jumlah penumpang kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta terus meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri 2025. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mencatat penjualan tiket telah mencapai 700 ribu lembar hingga H-4 Lebaran. Peningkatan signifikan ini terjadi di dua stasiun utama, yakni Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir.

Berdasarkan pantauan Metro TV, kondisi di Stasiun Pasar Senen sejak Kamis pagi sudah dipadati calon penumpang yang mayoritas terdiri dari rombongan keluarga yang hendak mudik ke kampung halaman. Stasiun Gambir juga mengalami peningkatan jumlah pemudik yang terus bertambah setiap harinya.

KAI Sediakan 846 Perjalanan Kereta Api dengan Okupansi 94%

Selama periode mudik Lebaran, PT KAI Daop 1 Jakarta telah mengoperasikan sebanyak 846 perjalanan kereta api (KA). Dari total perjalanan tersebut, okupansi rata-rata mencapai 94%, dengan tingkat keterisian penumpang di Stasiun Gambir mencapai 85%, sementara di Stasiun Pasar Senen bahkan melampaui kapasitas hingga 101%.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Jumat, 28 Maret 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, PT KAI Daop 1 Jakarta telah menyiapkan tambahan 362 perjalanan KA. Dengan tambahan ini, total 182 ribu kursi disediakan bagi masyarakat yang ingin mudik menggunakan moda transportasi kereta api.

Menurut EVP Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, langkah ini merupakan upaya KAI dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran. “Kami terus berkomitmen untuk memastikan perjalanan pemudik berjalan dengan lancar dan nyaman. Dengan adanya tambahan perjalanan ini, diharapkan dapat mengakomodasi tingginya permintaan tiket kereta api,” ujar Ixfan.

Antrean Kendaraan di Pelabuhan Merak Mengular

Selain di stasiun kereta api, lonjakan penumpang juga terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Antrean kendaraan pribadi dan angkutan umum mengular menuju area dermaga sejak pagi hari. Meski puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025, pengelola pelabuhan telah melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi lonjakan pemudik.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah mempercepat proses bongkar muat kapal guna mengurangi waktu tunggu kendaraan. Selain itu, sistem satu tarif diberlakukan untuk memudahkan transaksi dan mencegah penumpukan kendaraan di satu dermaga.

“Kami telah menyiapkan sejumlah strategi guna mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak, salah satunya dengan mempercepat bongkar muat kapal serta menambah jumlah kapal yang beroperasi,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin.

Polisi Siapkan Skema Delaying System

Pihak kepolisian juga telah menyiapkan skema delaying system atau sistem penundaan kendaraan jika terjadi kepadatan di jalur arteri maupun jalan tol menuju Pelabuhan Merak. Skema ini diterapkan untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali dan menghindari kemacetan panjang.

“Kami telah menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas, termasuk delaying system, agar arus kendaraan yang mengarah ke Pelabuhan Merak tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan yang berlebihan,” ujar Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Budi Mulyanto.

Work from Anywhere (WFA) Picu Lonjakan Pemudik Lebih Awal

Dikutip dari laman ASDP, kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah menjelang Lebaran 2025 turut berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pemudik yang berangkat lebih awal. Dengan adanya fleksibilitas kerja jarak jauh, masyarakat memilih melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan saat puncak arus mudik.

“Tren mudik tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan karena banyak masyarakat yang memilih untuk berangkat lebih awal berkat kebijakan WFA. Hal ini membuat distribusi arus mudik lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Shelvy Arifin.

Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan, PT KAI Daop 1 Jakarta dan pengelola transportasi lainnya berharap dapat memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh pemudik. Masyarakat pun diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan layanan tambahan yang telah disediakan guna menghindari keterlambatan atau kendala selama perjalanan mudik Lebaran 2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index