Sepak Bola

Alex Pastoor: Dari Pemain Sepak Bola Hingga Asisten Pelatih Timnas Indonesia

Alex Pastoor: Dari Pemain Sepak Bola Hingga Asisten Pelatih Timnas Indonesia
Alex Pastoor: Dari Pemain Sepak Bola Hingga Asisten Pelatih Timnas Indonesia

JAKARTA - Alex Pastoor, sosok yang dikenal dalam dunia sepak bola sebagai pemain dan pelatih berpengalaman, kini telah resmi menjadi asisten pelatih tim nasional Indonesia. Dengan rekam jejak panjang di berbagai klub Eropa, Pastoor diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi skuad Garuda.
 

Perjalanan Karier Sebagai Pemain
 

Lahir di Amsterdam, Belanda, Alex Pastoor mengawali karier sepak bolanya sebagai pemain profesional. Berposisi sebagai gelandang, ia memulai debutnya di klub Belanda, FC Volendam, pada tahun 1989. Selama enam tahun di Volendam, Pastoor tampil dalam 183 pertandingan dan mencetak 9 gol.

Ia kemudian melanjutkan kariernya bersama SC Heerenveen pada 1995 hingga 1997, mencatatkan 63 penampilan. Setelah itu, ia bermain di liga Belgia bersama KRC Harelbeke (1998–1999) dan melanjutkan petualangannya ke Austria dengan bergabung bersama Austria Lustenau (1999–2001). Klub terakhirnya sebelum pensiun adalah SCR Altach pada tahun 2001.

Pengalaman bermain di berbagai kompetisi di Eropa membuat Pastoor memiliki pemahaman mendalam mengenai sepak bola dari berbagai perspektif, baik teknik, strategi, maupun manajerial.
 

Karier Kepelatihan
 

Setelah gantung sepatu, Pastoor memilih jalur kepelatihan. Ia memulai karier sebagai pelatih kepala di AFC '34 dari 2002 hingga 2005. Namanya mulai mencuat saat membawa Excelsior promosi ke Eredivisie pada musim 2009–2010.

Keberhasilannya tersebut membuatnya dilirik NEC Nijmegen, yang kemudian ia latih dari 2011 hingga 2013. Pada tahun 2014, ia menjajal petualangan internasional sebagai pelatih Slavia Prague di Republik Ceko, meskipun masa baktinya tidak berlangsung lama.

Di tahun yang sama, Pastoor bergabung dengan AZ Alkmaar sebagai asisten pelatih dan sempat menjadi pelatih sementara sebelum akhirnya kembali melatih klub Belanda lainnya, Sparta Rotterdam. Di klub ini, ia meraih kesuksesan dengan membawa Sparta Rotterdam menjuarai Eerste Divisie 2015–2016 dan promosi ke Eredivisie.

Setelah meninggalkan Sparta Rotterdam pada 2017, Pastoor kembali ke Austria untuk menangani SCR Altach pada 2019 hingga 2021. Ia kemudian melatih Almere City pada 2022 dan sukses membawa klub tersebut promosi ke Eredivisie pada musim 2022–2023.
 

Bergabung dengan Timnas Indonesia
 

Pada tahun 2025, Pastoor ditunjuk sebagai asisten pelatih tim nasional Indonesia di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert. Kehadirannya diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam taktik dan strategi timnas.

“Kami yakin pengalaman Alex Pastoor di Eropa dapat memberikan kontribusi positif bagi Timnas Indonesia. Ia memiliki rekam jejak yang baik dalam membangun tim dan menerapkan strategi permainan yang modern,” ujar seorang pejabat PSSI dalam sebuah wawancara.

Pastoor sendiri menyatakan antusiasmenya dalam menangani timnas Indonesia. “Saya sangat senang bisa bergabung dengan tim ini. Sepak bola Indonesia memiliki potensi besar, dan saya ingin membantu mengembangkan bakat-bakat terbaik di sini,” ujarnya.
 

Prestasi dan Harapan untuk Timnas Indonesia
 

Alex Pastoor telah menorehkan beberapa pencapaian selama karier kepelatihannya, di antaranya:

Membawa Excelsior promosi ke Eredivisie (2009–2010)

Juara Eerste Divisie bersama Sparta Rotterdam (2015–2016)

Membawa Almere City promosi ke Eredivisie (2022–2023)

Dengan latar belakang yang kaya dalam dunia sepak bola, pengalaman bermain di berbagai liga, serta kepemimpinannya sebagai pelatih, Pastoor diyakini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan Timnas Indonesia. Harapan besar kini tertuju padanya untuk membantu membangun timnas yang lebih kompetitif di level Asia dan dunia.

PSSI berharap kehadiran Pastoor akan mempercepat proses peningkatan kualitas permainan timnas. Dengan kombinasi pengalaman dari pelatih kepala Patrick Kluivert dan strategi Pastoor, Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi di kancah internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index