Arsenal

Thomas Tuchel Kritik Arsenal karena Tetap Mainkan Declan Rice saat Sudah Unggul Telak

Thomas Tuchel Kritik Arsenal karena Tetap Mainkan Declan Rice saat Sudah Unggul Telak
Thomas Tuchel Kritik Arsenal karena Tetap Mainkan Declan Rice saat Sudah Unggul Telak

JAKARTA - Manajer tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, mengkritik kebijakan klub-klub Premier League yang dinilai kurang memperhatikan kondisi kebugaran pemain Inggris. Salah satu yang menjadi sorotannya adalah Arsenal, yang tetap memainkan Declan Rice di leg kedua babak 16 besar Liga Champions meskipun sudah unggul telak 7-1 atas PSV Eindhoven di leg pertama.

Tuchel menyampaikan kekhawatirannya terkait jadwal kompetisi yang sangat padat, terutama ketika memasuki jeda internasional. Menurutnya, banyak pemain mengalami kelelahan berlebih, yang akhirnya meningkatkan risiko cedera.

Tuchel Kecewa dengan Arsenal

Dalam pernyataannya yang dikutip dari The Standard, Tuchel menyatakan bahwa ia sangat memperhatikan kebugaran pemainnya agar mereka bisa kembali ke klub masing-masing dalam kondisi yang baik. Namun, ia merasa beberapa klub justru tidak memikirkan dampak jangka panjang bagi pemain mereka.

"Saya peduli dengan para pemain dan kami pun peduli dengan jadwal yang ada," ujar Tuchel.

Tuchel secara khusus menyoroti Arsenal yang tetap menurunkan Declan Rice dalam pertandingan melawan PSV di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Padahal, The Gunners sudah unggul agregat 7-1 dari leg pertama, yang seharusnya memberikan kesempatan bagi pemain inti untuk beristirahat.

"Setelah unggul 7-1 di leg pertama, Arsenal memainkan Declan Rice di leg kedua. Sepertinya, mereka tidak memikirkan kami (tim pelatih Inggris)," kata Tuchel dengan nada kecewa.

Peringatan Tuchel terhadap Klub-klub Premier League

Tuchel juga mengingatkan bahwa meskipun ia menghargai keputusan setiap manajer dalam menentukan pemain yang akan diturunkan, tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi badai cedera yang bisa terjadi kapan saja.

"Saya menghargai keputusan tiap manajer dan saya tidak pernah menekankan tim untuk memainkan pemain-pemain tertentu. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi badai cedera yang akan terjadi," tambahnya.

Tuchel menegaskan bahwa tim nasional Inggris memiliki tanggung jawab besar terhadap para pemain mereka, terutama dalam menghadapi pertandingan penting seperti Kualifikasi Piala Dunia. Oleh karena itu, manajemen kebugaran pemain menjadi aspek yang sangat penting agar para pemain tetap berada dalam kondisi terbaik saat membela negara.

"Kami masih harus menjalani Kualifikasi Piala Dunia dan kami akan punya tanggung jawab besar kepada para pemain," tutup eks manajer Chelsea tersebut.

Dampak Jadwal Padat bagi Pemain Inggris

Masalah kebugaran pemain akibat jadwal kompetisi yang padat bukanlah hal baru di Premier League. Banyak pelatih sebelumnya juga mengeluhkan hal yang sama, terutama ketika para pemain mereka dipanggil untuk membela tim nasional. Klub-klub besar seperti Arsenal, Manchester City, Manchester United, dan Liverpool kerap mengandalkan pemain Inggris sebagai bagian utama dalam skuad mereka, sehingga rotasi pemain menjadi tantangan tersendiri.

Dalam kasus Declan Rice, ia merupakan salah satu gelandang utama Arsenal dan timnas Inggris. Musim ini, ia telah tampil dalam banyak pertandingan dengan intensitas tinggi, baik di level domestik maupun internasional. Oleh karena itu, keputusan Arsenal untuk tetap menurunkannya dalam laga yang seharusnya tidak terlalu krusial dianggap sebagai tindakan yang berisiko.

Respons Arsenal atas Kritik Tuchel

Hingga saat ini, Arsenal belum memberikan tanggapan resmi terhadap kritik yang disampaikan Tuchel. Namun, manajer Arsenal, Mikel Arteta, sebelumnya telah menegaskan bahwa setiap keputusan pemilihan pemain didasarkan pada kebutuhan tim dan strategi pertandingan. Arteta juga dikenal sebagai pelatih yang jarang melakukan rotasi besar-besaran, terutama dalam laga-laga penting.

Jika kritik Tuchel terus menjadi perbincangan, bukan tidak mungkin Arsenal akan mempertimbangkan kembali kebijakan rotasi pemain mereka, terutama ketika memasuki fase krusial dalam berbagai kompetisi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index