JAKARTA - Calon penantang juara kelas ringan UFC, Ilia Topuria, resmi mengumumkan bahwa dirinya akan naik kelas dan meninggalkan gelar yang sebelumnya ia pegang di kelas bulu. Keputusan ini membuat petarung berdarah Georgia-Spanyol tersebut semakin dekat dengan peluang menghadapi Islam Makhachev, juara bertahan di divisi ringan UFC. Selain naik kelas, Topuria juga mengganti julukannya, menandai era baru dalam kariernya di ajang MMA.
Tinggalkan Kelas Bulu Demi Tantangan Lebih Berat
Ilia Topuria sebelumnya dikenal sebagai salah satu petarung paling dominan di kelas bulu UFC. Namun, dalam sebuah acara di Toledo, Spanyol, ia mengumumkan bahwa dirinya siap meninggalkan gelar tersebut untuk menantang lawan-lawan tangguh di kelas ringan.
Dengan kepindahan ini, Topuria dipastikan akan bertemu dengan para petarung elit seperti Charles Oliveira, Dustin Poirier, Justin Gaethje, dan tentu saja Islam Makhachev yang saat ini menyandang gelar juara dunia UFC kelas ringan. Langkah ini juga menunjukkan ambisinya untuk menorehkan sejarah baru di UFC.
"Saya ingin tantangan yang lebih besar, dan kelas ringan adalah tempat saya sekarang," ujar Topuria seperti dikutip dari MMAFighting.
Julukan Baru: Dari "El Matador" Menjadi "La Leyenda"
Selain perubahan kelas, Topuria juga membuat gebrakan dengan mengganti julukannya. Jika sebelumnya ia dikenal dengan sebutan "El Matador," kini ia akan memasuki oktagon dengan identitas baru, "La Leyenda," yang berarti "Sang Legenda."
Keputusan ini ia ungkapkan dalam seremoni khusus di Toledo, Spanyol, di mana namanya bahkan diabadikan menjadi nama jalan, Paseo Ilia Topuria.
"El Matador adalah sesuatu yang telah menemani saya sepanjang karier olahraga saya, sepanjang perjalanan saya," ujar Topuria. "Namun, sekarang saya siap melangkah ke babak baru dalam hidup saya dengan julukan baru, 'La Leyenda'."
Misi Besar di Kelas Ringan: Tantang Islam Makhachev?
Kepindahan Topuria ke kelas ringan tentu memunculkan spekulasi mengenai siapa lawan perdananya di divisi ini. Banyak yang meyakini bahwa ia akan langsung dipersiapkan untuk menghadapi Islam Makhachev dalam pertarungan perebutan gelar. Namun, ada juga kemungkinan bahwa UFC akan menempatkan Topuria dalam laga eliminasi sebelum memberinya kesempatan bertarung melawan juara bertahan.
Di sisi lain, Charles Oliveira yang sebelumnya sempat kehilangan gelar dari Makhachev, telah menyatakan keinginannya untuk kembali menantang sang juara di UFC 317. Oliveira bahkan disebut sebagai kandidat utama yang berhak mendapatkan kesempatan itu lebih dulu.
Meski begitu, Topuria tetap dianggap sebagai ancaman serius di kelas ringan. Dengan rekor impresifnya di UFC dan gaya bertarung yang agresif serta efektif, ia diyakini mampu memberikan perlawanan sengit kepada siapa pun di divisi ini.
Nama Jalan Ilia Topuria: Penghargaan untuk Sang Juara
Selain kabar mengenai kepindahannya ke kelas ringan, Topuria juga mendapat kehormatan besar dengan namanya diabadikan menjadi nama jalan di Toledo, Spanyol. Jalan tersebut kini dikenal sebagai Paseo Ilia Topuria, sebagai bentuk penghargaan atas prestasi dan kontribusinya bagi dunia olahraga, khususnya dalam mengharumkan nama Spanyol di pentas MMA internasional.
Penghargaan ini tentu menjadi tambahan motivasi bagi Topuria untuk terus mengejar kejayaan di UFC. "Saya merasa sangat bangga dengan penghormatan ini. Ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk semua orang yang telah mendukung saya sepanjang perjalanan saya," katanya.