JAKARTA - Menjelang arus mudik Lebaran 1446 Hijriah, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bogor, Jawa Barat dalam kondisi aman dan terkendali. Pemantauan dilakukan secara intensif untuk memastikan kelancaran distribusi BBM, khususnya di jalur tol serta kawasan wisata Puncak yang menjadi salah satu destinasi utama pemudik.
Ketersediaan BBM dan Kelancaran Distribusi
Anggota Komite BPH Migas, Abdul Halim, menegaskan bahwa stok BBM di SPBU wilayah Bogor telah ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan permintaan selama periode mudik.
“Untuk jalur tol dan menuju wilayah destinasi wisata Puncak, kondisi stok BBM aman dan lancar untuk mengantisipasi arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Kita pastikan untuk stok BBM dan sarana di SPBU terus ditingkatkan,” ujar Abdul Halim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Selain itu, BPH Migas juga bekerja sama dengan Pertamina dan pihak terkait untuk memastikan tidak ada kendala dalam distribusi BBM. Upaya ini dilakukan guna menghindari kelangkaan BBM yang dapat menghambat mobilitas pemudik.
Pemantauan Intensif di Jalur Mudik dan Destinasi Wisata
Dalam rangka memastikan ketersediaan BBM, BPH Migas melakukan pemantauan di sejumlah titik strategis, termasuk jalur mudik dan daerah tujuan wisata seperti kawasan Puncak, yang setiap tahun mengalami lonjakan jumlah kendaraan. Dengan meningkatnya arus lalu lintas selama periode Lebaran, konsumsi BBM diperkirakan naik secara signifikan.
“Pemantauan kami lakukan di berbagai jalur strategis, terutama yang menjadi rute utama pemudik dan kawasan wisata. Kami ingin memastikan bahwa pasokan BBM tetap tersedia dan tidak terjadi antrean panjang di SPBU,” tambah Abdul Halim.
Antisipasi Lonjakan Permintaan BBM
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, konsumsi BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar meningkat drastis selama masa mudik. Oleh karena itu, BPH Migas telah mengambil langkah-langkah strategis untuk menjamin ketersediaan BBM, termasuk menambah pasokan dan memperkuat cadangan di titik-titik rawan kepadatan lalu lintas.
Selain itu, SPBU di jalur utama mudik telah diberikan instruksi untuk beroperasi lebih lama dan menambah fasilitas layanan guna menghindari antrean panjang. Beberapa SPBU di jalur utama bahkan akan beroperasi selama 24 jam penuh guna melayani pemudik yang melintas pada malam hari.
Kolaborasi dengan Pihak Terkait
Dalam menjaga kelancaran distribusi BBM, BPH Migas juga menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian ESDM, Pertamina, serta aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalur mudik. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan tidak ada kendala distribusi, terutama di titik-titik yang rawan kemacetan.
“Koordinasi dengan Pertamina dan stakeholder lainnya terus kami lakukan agar tidak ada kendala di lapangan. Kami juga siap mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi selama arus mudik,” ungkap Abdul Halim.
Kesiapan SPBU dan Layanan Tambahan
Selain memastikan stok BBM mencukupi, BPH Migas juga memastikan kesiapan sarana dan fasilitas di SPBU. Beberapa langkah yang telah disiapkan meliputi:
- Penambahan Stok BBM
SPBU di jalur utama mudik telah menerima tambahan pasokan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
- Pengoperasian SPBU 24 Jam
Sejumlah SPBU strategis akan beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani pemudik.
- Penyiapan SPBU Modular dan Mobile
Untuk daerah dengan keterbatasan SPBU, BPH Migas bersama Pertamina menyiapkan SPBU modular serta mobil tangki BBM yang siaga di titik-titik tertentu.
- Peningkatan Layanan Digital
Pemberian informasi real-time mengenai lokasi SPBU dan ketersediaan BBM melalui aplikasi MyPertamina guna memudahkan pemudik menemukan SPBU terdekat.
Harapan BPH Migas untuk Kelancaran Mudik
Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan, BPH Migas optimistis bahwa ketersediaan BBM di wilayah Bogor akan tetap aman selama periode mudik. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam menggunakan BBM dan mengisi bahan bakar di SPBU resmi guna menghindari kendala di perjalanan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman tanpa perlu khawatir soal ketersediaan BBM. Untuk itu, kami akan terus memantau situasi di lapangan dan memastikan semua berjalan dengan lancar,” tutup Abdul Halim.
Dengan upaya koordinasi yang kuat antara BPH Migas, Pertamina, dan berbagai pihak terkait, diharapkan arus mudik tahun ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan terkait BBM. Pemudik pun diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik agar terhindar dari antrean panjang di SPBU dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan mudik Lebaran.