Perbankan

Perbankan Percepat Inklusi Keuangan Digital Lewat Kolaborasi Inovatif

Perbankan Percepat Inklusi Keuangan Digital Lewat Kolaborasi Inovatif

JAKARTA - Perbankan di Indonesia terus berupaya mempercepat inklusi keuangan digital melalui berbagai strategi inovatif. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi digital untuk memperluas jangkauan layanan keuangan berbasis teknologi.

Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Ritesh Kumar Singh, mengungkapkan bahwa kolaborasi inovatif dengan Bank Saqu merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang mampu memberdayakan masyarakat Indonesia.

“Dengan wawasan pelanggan dan propensity model, kami dapat secara efektif menjangkau pengguna yang tepat,” ujar Ritesh dalam siaran pers, Rabu (26/3/2025).

Transformasi Digital dalam Perbankan

Dalam beberapa tahun terakhir, industri perbankan mengalami transformasi besar dalam hal digitalisasi. Pemanfaatan teknologi keuangan (fintech) dan integrasi layanan digital menjadi fokus utama dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Langkah ini dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki akses ke layanan perbankan konvensional. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan di Indonesia terus meningkat, tetapi masih ada kesenjangan yang perlu diatasi.

Kolaborasi dengan Telekomunikasi Digital

Salah satu strategi yang diambil oleh perbankan untuk meningkatkan inklusi keuangan adalah bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi digital. Dengan jumlah pengguna ponsel yang sangat besar di Indonesia, kolaborasi ini dinilai efektif dalam menjangkau masyarakat di berbagai lapisan.

Bank Saqu, misalnya, telah bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison untuk menghadirkan solusi keuangan berbasis digital yang lebih mudah diakses oleh masyarakat.

“Dengan teknologi yang kami miliki, kami dapat memberikan layanan keuangan digital yang lebih inklusif, terutama bagi mereka yang sebelumnya belum memiliki akses ke perbankan,” tambah Ritesh Kumar Singh.

Peran Big Data dan Kecerdasan Buatan (AI)

Dalam implementasi strategi inklusi keuangan digital, big data dan kecerdasan buatan (AI) memainkan peran krusial. Teknologi ini memungkinkan perbankan dan mitra telekomunikasi untuk memahami perilaku pengguna serta memberikan layanan yang lebih personal.

Propensity model yang diterapkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan menawarkan produk keuangan yang sesuai. Hal ini memastikan bahwa layanan yang diberikan benar-benar relevan dan bermanfaat bagi pengguna.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Dengan semakin luasnya jangkauan layanan keuangan digital, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai fasilitas keuangan seperti tabungan digital, pembayaran nontunai, hingga pinjaman mikro yang lebih fleksibel. Selain itu, inovasi ini juga diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.

Sebagai contoh, kemitraan antara bank dan penyedia layanan telekomunikasi telah memungkinkan UMKM untuk mengakses pinjaman berbasis digital dengan persyaratan yang lebih ringan dibandingkan perbankan konvensional.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

Digitalisasi layanan perbankan juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dengan meningkatnya inklusi keuangan, transaksi digital pun semakin meningkat, sehingga mendorong pertumbuhan sektor e-commerce, fintech, serta industri digital lainnya.

Menurut laporan Bank Indonesia, nilai transaksi digital di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan digital dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meskipun telah menunjukkan perkembangan yang pesat, masih terdapat beberapa tantangan dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan digital. Salah satunya adalah rendahnya literasi keuangan digital di kalangan masyarakat. Banyak orang yang masih ragu untuk menggunakan layanan digital karena kurangnya pemahaman tentang keamanan data dan transaksi online.

Selain itu, infrastruktur digital di beberapa daerah masih perlu diperbaiki agar akses terhadap layanan keuangan digital dapat merata di seluruh Indonesia. Pemerintah dan sektor swasta perlu terus bekerja sama dalam meningkatkan infrastruktur dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat serta keamanan layanan keuangan digital.

Upaya perbankan dalam mempercepat inklusi keuangan digital melalui kolaborasi dengan perusahaan telekomunikasi digital merupakan langkah strategis yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Dengan pemanfaatan teknologi seperti big data dan AI, layanan keuangan menjadi lebih personal dan mudah diakses.

Ke depan, tantangan dalam literasi keuangan dan infrastruktur digital harus terus diatasi agar inklusi keuangan dapat berjalan optimal. Dengan demikian, masyarakat Indonesia dapat menikmati manfaat penuh dari ekonomi digital yang terus berkembang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index