JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan langsung di Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, untuk memastikan kesiapan jalur penyeberangan menjelang arus mudik Lebaran 2025. Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Kapolri menegaskan bahwa mudik tahun ini harus berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kami tadi melihat kesiapan di rest area KM 57, dan saat ini, dipimpin oleh Bapak Menko PMK, kami melaksanakan pengecekan terkait kesiapan pelayanan mudik, khususnya di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni,” ujar Listyo Sigit Prabowo.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Kebijakan Penguraian Lalu Lintas
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, terutama pada puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 28 Maret 2025. Berdasarkan evaluasi dari hari-hari sebelumnya, terdapat peningkatan volume kendaraan sejak H-10 hingga H-8 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Untuk mengurangi kepadatan di jalur penyeberangan, beberapa kebijakan telah diterapkan, seperti pemberian diskon tiket kapal dan kebijakan work from anywhere (WFA) bagi instansi tertentu.
“Masih ada waktu di H-5 hingga H-3 dengan sekitar 170 ribu kendaraan yang akan menyeberang. Oleh karena itu, ini menjadi perhatian kita agar puncak arus mudik bisa lebih terdistribusi,” jelasnya.
Imbauan Gunakan Perjalanan di Siang Hari
Kapolri juga mengimbau pemudik agar melakukan perjalanan mudik pada siang hari guna menghindari kepadatan yang sering terjadi pada malam hari menjelang pagi.
“Kalau kepadatan bisa terurai dan siang hari dimanfaatkan, harapan kita puncak arus mudik bisa dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, Kapolri memberikan apresiasi kepada petugas yang telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengatasi kepadatan di Pelabuhan Merak, seperti penyediaan buffer zone di jalan tol dan dermaga serta pengaturan kendaraan di gerbang tol Cilegon Timur agar arus lalu lintas tetap lancar.
“Dengan pengaturan ini, kendaraan roda empat, truk, dan roda dua sudah diatur dari awal sehingga tidak terjadi kepadatan. Kami juga mengimbau agar informasi ini diumumkan di rest area maupun di gerbang tol sebelum masuk Cilegon Timur agar masyarakat mendapatkan sosialisasi yang baik,” lanjutnya.
Optimalisasi Sistem Tiket Online dan Diskon Tiket Kapal
Selain infrastruktur, Kapolri memastikan bahwa sistem tiket online telah berjalan dengan baik. Pemudik diimbau untuk membeli tiket secara daring agar tidak terjadi antrean panjang di loket pelabuhan. Selain itu, diskon tiket kapal yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat guna memperlancar arus mudik.
Penerapan berbagai kebijakan ini diharapkan dapat membuat perjalanan mudik lebih aman, nyaman, dan terkendali. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, serta pemudik itu sendiri, Kapolri optimistis bahwa arus mudik 2025, terutama di jalur penyeberangan, dapat berjalan lancar dan tertib.