JAKARTA - Nasib pelatih tim nasional Irak, Jesus Casas, berada di ujung tanduk setelah kekalahan mengejutkan dari Palestina dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Internasional Amman, Palestina berhasil menundukkan Irak dengan skor 2-1, meski harus bermain di venue netral yang seharusnya menguntungkan Irak.
Irak Keok Meski Unggul Lebih Dulu
Timnas Irak sejatinya tampil percaya diri sejak awal pertandingan dan berhasil mencetak gol terlebih dahulu melalui aksi Aymen Hussein pada menit ke-34. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum, memberikan harapan bagi skuad asuhan Jesus Casas untuk mengamankan tiga poin penting dalam perburuan tiket menuju Piala Dunia 2026.
Namun, pertahanan Irak tidak mampu mempertahankan keunggulan tersebut hingga akhir pertandingan. Palestina berhasil bangkit dan membalikkan keadaan dengan dua gol telat yang dicetak oleh Wessam Abou Ali serta Amid Mahajna menjelang laga berakhir. Kekalahan ini membuat Irak tergeser ke posisi dua klasemen sementara Grup B dengan koleksi 12 poin.
Palestina Diperkuat Pemain Liga Indonesia
Keberhasilan Palestina menumbangkan Irak menjadi lebih menarik karena salah satu pemain andalan mereka, Mohammed Rashid, saat ini bermain untuk klub Liga 1 Indonesia, Persebaya Surabaya. Rashid dikenal sebagai gelandang yang memiliki visi permainan apik dan mampu memberikan kontribusi besar bagi timnya.
Hasil positif ini memperbesar peluang Palestina untuk melaju ke babak selanjutnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, sekaligus memberikan harapan baru bagi sepak bola Palestina untuk mencatatkan sejarah di ajang internasional.
Posisi Jesus Casas Terancam
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi pelatih Irak, Jesus Casas. Ia sebelumnya mendapat banyak pujian setelah membawa Irak tampil impresif di fase awal kualifikasi. Namun, hasil minor melawan Palestina membuat posisinya sebagai pelatih utama semakin tidak aman.
Menurut laporan media lokal, Federasi Sepak Bola Irak (IFA) tengah mengevaluasi kinerja Casas dan berpotensi mengambil langkah tegas jika hasil buruk terus berlanjut. "Kami memahami kekecewaan yang dirasakan oleh para pendukung dan federasi akan segera melakukan analisis mendalam terkait langkah ke depan," ujar salah satu sumber dari IFA kepada media setempat.
Situasi semakin pelik karena Irak sebelumnya diunggulkan untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Namun, kekalahan dari Palestina membuat persaingan semakin ketat dan meningkatkan tekanan bagi Casas untuk segera membawa timnya kembali ke jalur kemenangan.
Palestina Semakin Percaya Diri
Sementara itu, kemenangan ini menjadi modal penting bagi Palestina untuk melanjutkan perjuangan mereka di kualifikasi Piala Dunia 2026. Pelatih kepala tim Palestina mengungkapkan kebanggaannya terhadap para pemain yang berhasil menunjukkan mental juara meski berada dalam tekanan.
"Kami tahu Irak adalah lawan tangguh, tetapi para pemain membuktikan bahwa mereka memiliki karakter dan semangat juang tinggi. Ini adalah kemenangan besar bagi Palestina dan kami akan terus bekerja keras untuk meraih hasil lebih baik ke depannya," ungkap sang pelatih dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Persaingan Semakin Sengit
Dengan hasil ini, persaingan di Grup B semakin ketat. Irak yang sebelumnya berada di puncak klasemen kini harus bekerja ekstra keras untuk mengamankan tempat mereka di babak selanjutnya. Sementara itu, Palestina terus memberikan kejutan dengan performa impresif yang mereka tunjukkan di sepanjang turnamen.
Kekalahan dari Palestina menjadi peringatan keras bagi Jesus Casas dan timnas Irak. Jika mereka tidak segera bangkit, peluang mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026 bisa semakin menipis. Kini, tekanan ada di pundak Casas untuk membuktikan bahwa ia masih layak memimpin Irak dalam misi besar ini.
Situasi ini akan menjadi ujian besar bagi sepak bola Irak. Apakah mereka mampu bangkit dan mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026, atau justru harus menghadapi kenyataan pahit gagal melaju ke turnamen paling bergengsi di dunia? Semua mata kini tertuju pada langkah yang akan diambil oleh Jesus Casas dan federasi sepak bola Irak dalam waktu dekat.