Jakarta – Pertumbuhan kapasitas energi terbarukan global pada tahun 2024 mencetak rekor baru, menurut laporan terbaru Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA). Namun, meskipun peningkatan ini signifikan, pencapaian tersebut masih belum cukup untuk memenuhi target energi bersih global pada tahun 2030.
Berdasarkan laporan IRENA, sebanyak 92,5 persen atau sekitar 585 gigawatt dari total kapasitas energi baru yang dibangun pada tahun 2024 berasal dari sumber energi terbarukan. Pertumbuhan ini meningkat sebesar 15,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan total kapasitas energi terbarukan dunia mencapai 4,448 gigawatt.
Namun, angka ini masih berada di bawah target yang dibutuhkan untuk memenuhi Perjanjian Paris. Untuk mencapai kapasitas energi terbarukan sebesar 11,2 terawatt dan memenuhi target peningkatan kapasitas tiga kali lipat pada tahun 2030, dunia membutuhkan pertumbuhan tahunan sebesar 16,6 persen.
Tantangan Menuju Target 2030
Direktur Jenderal IRENA, Francesco La Camera, menyoroti tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan energi terbarukan secara global. Ia menekankan adanya kesenjangan pertumbuhan antarwilayah serta urgensi untuk segera meningkatkan investasi dan infrastruktur guna mencapai target yang telah ditetapkan.
“Kami juga menghadapi tantangan yang sama, yaitu kesenjangan regional yang besar dan waktu yang terus berdetak, karena tenggat waktu 2030 sudah semakin dekat,” ujar La Camera pada Rabu 27 Maret 2025.
Laporan IRENA menunjukkan bahwa hampir 64 persen dari kapasitas energi terbarukan baru yang dibangun tahun lalu berasal dari Tiongkok. Negara tersebut menambahkan sekitar 278 gigawatt kapasitas panel surya, menjadikannya sebagai pemimpin global dalam pengembangan energi bersih.
Sementara itu, negara-negara industri dalam kelompok G7 hanya berkontribusi sekitar 14,3 persen dari total pertumbuhan kapasitas energi terbarukan dunia. Amerika Tengah dan Karibia berkontribusi sebesar 3,2 persen, menunjukkan adanya ketimpangan dalam adopsi energi hijau di berbagai belahan dunia.
Energi Surya dan Angin Dominasi Pertumbuhan
Energi surya dan angin tetap menjadi dua sumber energi terbarukan dengan pertumbuhan paling pesat. Keduanya menyumbang 96,6 persen dari total peningkatan kapasitas energi terbarukan pada tahun 2024. Teknologi yang semakin maju serta penurunan biaya produksi menjadi faktor utama yang mendorong perkembangan pesat sektor ini.
Menurut La Camera, banyak negara kini semakin memperhatikan daya saing serta ketahanan energi mereka. Ia menegaskan bahwa percepatan investasi di sektor energi terbarukan bukan hanya akan membantu transisi menuju energi bersih, tetapi juga membuka peluang bisnis serta memperkuat ketahanan energi global.
“Saya menyerukan kepada pemerintah untuk memanfaatkan penyerahan rencana dan target pemangkasan emisi yang ditetapkan sendiri (NDC 3.0) berikutnya sebagai peluang untuk menguraikan cetak biru yang jelas dari ambisi energi terbarukan mereka,” tambahnya.