JAKARTA - PT Pelni Cabang Balikpapan mencatat lonjakan jumlah pemudik yang meninggalkan Kalimantan Timur melalui Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Pada puncak arus mudik Lebaran, Rabu 26 Maret 2025, lebih dari 4.000 penumpang tercatat berangkat menggunakan kapal laut dengan tujuan berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Kepala PT Pelni Cabang Balikpapan, Ridwan Mandaliko, ribuan penumpang tersebut diangkut menggunakan KM Doro Londa yang melayani rute menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Ridwan juga menambahkan bahwa selain penumpang reguler, terdapat pemudik yang tergabung dalam program mudik gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Selain penumpang reguler, juga terdapat pemudik dari program mudik gratis bersama Kemenhub dan BUMN,” kata Ridwan di sela-sela pemantauan arus mudik di Pelabuhan Semayang, Rabu 26 Maret 2025.
Lonjakan Penumpang dan Antisipasi PT Pelni
PT Pelni telah mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang dengan menyiapkan berbagai strategi, termasuk menambah kapasitas kapal serta memperketat pengawasan di area pelabuhan. Ridwan Mandaliko menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan kelancaran arus mudik, termasuk dalam hal pengamanan dan pelayanan bagi para penumpang.
“Kami bekerja sama dengan pihak kepolisian, otoritas pelabuhan, serta petugas keamanan untuk memastikan kelancaran keberangkatan para pemudik. Kami juga terus mengedepankan faktor keselamatan agar perjalanan para penumpang tetap nyaman dan aman,” jelas Ridwan.
Selain itu, PT Pelni juga telah menyediakan fasilitas tambahan di kapal guna menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan. Beberapa fasilitas tersebut meliputi ruang istirahat yang lebih luas, tambahan kursi, serta layanan kesehatan bagi pemudik yang membutuhkan.
Antrean di Pelabuhan dan Protokol Keamanan
Lonjakan jumlah pemudik menyebabkan antrean panjang di Pelabuhan Semayang. Pihak pelabuhan telah menerapkan sistem antrean yang lebih tertib guna menghindari kepadatan berlebih di area keberangkatan. Ridwan mengimbau kepada seluruh penumpang untuk datang lebih awal guna menghindari keterlambatan.
“Kami menyarankan kepada pemudik untuk datang minimal tiga jam sebelum keberangkatan agar proses check-in dan pemeriksaan keamanan berjalan lancar,” ujarnya.
Selain itu, PT Pelni juga mengingatkan penumpang untuk tidak membawa barang-barang terlarang dan mematuhi aturan keselamatan yang berlaku. Petugas pelabuhan secara ketat memeriksa barang bawaan guna mencegah adanya barang yang berpotensi membahayakan keselamatan selama perjalanan.
Harapan untuk Mudik Lebaran Tahun Ini
Arus mudik yang terjadi tahun ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. PT Pelni berharap layanan angkutan laut tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dengan harga terjangkau dan kenyamanan yang terjaga.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan pelayanan agar pemudik dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan aman. Semoga perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti,” pungkas Ridwan.
Dengan peningkatan layanan serta koordinasi yang baik antara PT Pelni dan pihak terkait, diharapkan arus mudik tahun ini dapat berlangsung lebih tertib dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh penumpang.