Pelni

Pelni Tambah Kapasitas Penumpang Hingga 35 Persen untuk Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran

Pelni Tambah Kapasitas Penumpang Hingga 35 Persen untuk Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran
Pelni Tambah Kapasitas Penumpang Hingga 35 Persen untuk Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Lebaran

JAKARTA  – PT Pelni memastikan ketersediaan tiket kapal laut bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, perusahaan pelayaran ini mengumumkan penambahan kapasitas penumpang di atas kapal hingga 35 persen dari kapasitas normal.

Kepala Cabang PT Pelni, Ade Dinar Nugroho Pamungkas, mengungkapkan bahwa meskipun ada peningkatan jumlah penumpang, harga tiket tetap terjaga dan tidak mengalami kenaikan. "Masyarakat masih bisa memilih tiket karena harga tetap sama seperti sebelumnya. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kami telah mengajukan dispensasi ke Kementerian Perhubungan, sehingga kapasitas penumpang di atas kapal ditambah sebesar 35 persen dari kapasitas normal,” ujar Ade.

Penambahan Kapasitas untuk Tiga Armada Kapal

Menurut Ade, dengan tambahan kapasitas ini, PT Pelni akan dapat menampung lebih banyak penumpang di beberapa kapal yang disiapkan untuk mengangkut pemudik. Di antara armada yang dimaksud adalah kapal KM Awu, KM Wilis, dan KM Sabuk Nusantara 90.

KM Awu, kapal dengan tipe 1000, yang biasanya memiliki kapasitas 1.000 penumpang, kini dapat mengangkut hingga 1.500 penumpang setelah mendapat dispensasi dari Kementerian Perhubungan. Selain itu, KM Wilis, yang kapasitas normalnya hanya 500 penumpang, kini dapat menampung 670 orang, sementara kapal perintis KM Sabuk Nusantara 90 yang juga memiliki kapasitas normal 500 penumpang akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 670 penumpang.

Sistem Pembelian Tiket Non-Tunai untuk Kenyamanan Penumpang

Selain menambah kapasitas, PT Pelni juga berupaya meningkatkan efisiensi dan kenyamanan proses pemesanan tiket. Untuk itu, sistem pembelian tiket dilakukan secara non-tunai. Ade Dinar Nugroho Pamungkas menjelaskan, "Kami menyediakan loket pembayaran non-tunai menggunakan mesin EDC dan aplikasi Pelni Mobile untuk mempermudah transaksi." Dengan cara ini, Pelni berharap dapat mempermudah penumpang dalam membeli tiket, menghindari kerumunan, dan mengurangi potensi penularan penyakit.

Langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kecepatan dalam proses pembelian tiket, memberikan pengalaman yang lebih baik bagi calon penumpang, serta menjaga kebersihan dan keselamatan di pelabuhan.

Pelayanan Lebih Baik untuk Menghadapi Arus Mudik

Pelni optimistis bahwa dengan penambahan kapasitas dan sistem pembelian tiket yang lebih efisien, mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi arus mudik Lebaran. Dengan jumlah penumpang yang diperkirakan meningkat tajam menjelang Lebaran, langkah-langkah ini diharapkan dapat memastikan perjalanan pemudik lebih lancar dan nyaman.

"Pelni terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik selama musim mudik, serta memastikan ketersediaan tiket kapal laut dengan harga yang tetap terjangkau. Kami berharap semua penumpang bisa melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," ungkap Ade.

Harga Tiket Tetap Stabil

Salah satu kekhawatiran utama bagi pemudik adalah potensi kenaikan harga tiket. Namun, PT Pelni menegaskan bahwa harga tiket akan tetap stabil selama musim mudik Lebaran tahun ini. Tidak ada kenaikan harga meskipun kapasitas penumpang diperbesar. Hal ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa terbebani oleh biaya transportasi yang tinggi.

PT Pelni berharap kebijakan ini dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin mudik dengan kapal laut. Di samping itu, penambahan kapasitas ini juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung kelancaran arus mudik, yang setiap tahun selalu menghadirkan tantangan besar, baik dari segi jumlah penumpang maupun keamanan dan kenyamanan perjalanan.

Dukungan dari Kementerian Perhubungan

Langkah Pelni untuk menambah kapasitas penumpang juga mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan. Dispensasi yang diberikan memungkinkan Pelni untuk menambah jumlah penumpang di kapal-kapal yang disiapkan. Langkah ini diyakini akan membantu mengurangi kepadatan di pelabuhan dan di kapal, serta memastikan distribusi penumpang yang lebih merata selama periode mudik.

Dengan penambahan kapasitas penumpang yang mencapai 35 persen, PT Pelni berusaha memastikan bahwa masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dengan lebih nyaman dan aman. Selain itu, sistem pembelian tiket non-tunai diharapkan dapat memberikan kemudahan dan meningkatkan kenyamanan bagi calon penumpang. Dengan kebijakan ini, Pelni optimistis dapat memenuhi kebutuhan transportasi laut selama musim mudik Lebaran, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan menjaga kestabilan harga tiket.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index