JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat peningkatan signifikan dalam reservasi tiket ferry menjelang puncak arus mudik Lebaran 2025. Seiring dengan tingginya permintaan perjalanan, ASDP telah menyiapkan 215 kapal yang terdiri dari 50 unit kapal milik ASDP dan 165 kapal reguler non-ASDP, guna memastikan kelancaran dan kenyamanan penumpang selama periode angkutan Lebaran.
Tak hanya itu, 50 unit dermaga juga telah dioptimalkan, dengan rincian 44 unit milik ASDP dan 6 unit non-ASDP. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi ASDP dalam mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik yang diprediksi meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan estimasi mencapai 4,56 juta orang dan 1,1 juta kendaraan.
"Dengan prediksi kenaikan sebesar 10 persen, kami telah menyiapkan armada dan fasilitas terbaik guna memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa," ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin.
Lonjakan Reservasi Tiket Ferry, ASDP Imbau Masyarakat Pesan Lebih Awal
Berdasarkan data terbaru, reservasi tiket ferry untuk periode mudik Lebaran sudah mencapai 5% dari total kapasitas yang tersedia. Pemesanan tiket mulai mengalami lonjakan sejak 27-28 Maret 2025 (H-4 dan H-3 Lebaran), yang menandakan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan layanan ferry sebagai moda transportasi utama.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pembelian tiket. Pastikan sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, karena tanpa tiket yang valid, pengguna jasa tidak akan bisa menyeberang," lanjut Shelvy.
Pemesanan tiket ferry kini semakin mudah dengan layanan digital Ferizy, yang memungkinkan calon penumpang untuk membeli tiket secara online hingga H-60 sebelum keberangkatan. Dengan sistem ini, calon pemudik tidak perlu lagi antre panjang di loket pelabuhan, sehingga perjalanan bisa lebih nyaman dan efisien.
ASDP juga telah memperluas opsi pembayaran digital, termasuk melalui transfer bank, virtual account, serta e-wallet seperti LinkAja, ShopeePay, dan Blu BCA Digital.
Strategi ASDP dalam Mengurai Kepadatan di Pelabuhan Utama
Untuk mengantisipasi tingginya volume kendaraan dan penumpang, ASDP telah menyiapkan beberapa strategi, termasuk pemanfaatan pelabuhan alternatif dan rekayasa lalu lintas.
Di lintasan Merak–Bakauheni, ASDP menyiapkan 47 kapal, dengan kapasitas harian mencapai 25.067 kendaraan. Sementara itu, di jalur Ketapang–Gilimanuk, ASDP akan mengoperasikan kapal berkapasitas besar serta menerapkan buffer zone untuk mengurangi kemacetan di area pelabuhan.
Selain itu, Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara (BBJ) juga akan difungsikan sebagai pelabuhan alternatif untuk mendukung kelancaran arus mudik, dengan kapasitas tambahan 7.573 kendaraan per hari.
Rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan secara terkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, kepolisian, dan otoritas transportasi lainnya untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan menuju dan dari pelabuhan.
"Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengurai kepadatan di jalur utama dan memastikan bahwa setiap pemudik bisa sampai ke tujuan dengan selamat dan tepat waktu," jelas Shelvy.
Puncak Arus Mudik Diprediksi pada H-3 Lebaran
Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, ASDP memproyeksikan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 27-28 Maret 2025 (H-4 dan H-3 Lebaran). Prediksi ini diperkuat dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dianjurkan oleh pemerintah, yang memungkinkan sebagian pekerja untuk mudik lebih awal guna menghindari kepadatan.
Sementara itu, lonjakan penumpang juga diperkirakan akan terjadi di beberapa rute favorit, seperti:
- Merak – Bakauheni (penghubung Pulau Jawa dan Sumatera)
-Ketapang – Gilimanuk (jalur utama menuju Pulau Bali)
-Padangbai – Lembar (penghubung Bali – Lombok)
-Makassar – Kendari (jalur utama di wilayah timur Indonesia)
ASDP Pastikan Pelayanan Prima Selama Periode Mudik Lebaran
Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, ASDP telah melakukan berbagai persiapan, antara lain:
-Penambahan jumlah kapal dan optimalisasi jadwal keberangkatan
-Peningkatan layanan di pelabuhan dengan perluasan area parkir dan ruang tunggu
-Peningkatan keamanan dan keselamatan dengan inspeksi kapal secara berkala
-Penyediaan posko pelayanan dan kesehatan di pelabuhan utama
Selain itu, ASDP juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait aturan dan prosedur terbaru dalam pembelian tiket serta pengoperasian pelabuhan selama periode angkutan Lebaran 2025.
Tips Mudik Nyaman dengan Kapal Ferry
Agar perjalanan mudik berjalan lancar, ASDP memberikan beberapa tips penting bagi calon penumpang:
-Pesan tiket lebih awal melalui aplikasi atau website Ferizy untuk menghindari kehabisan tiket
-Tiba di pelabuhan sesuai jadwal guna menghindari antrean panjang
-Siapkan dokumen perjalanan termasuk tiket digital dan kartu identitas
-Cek kondisi kendaraan sebelum perjalanan agar tetap aman dan nyaman
-Patuhi peraturan keselamatan selama berada di pelabuhan dan di dalam kapal
Dengan lonjakan pemesanan tiket yang telah mencapai 5% dari total kapasitas, ASDP telah mengambil langkah strategis dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2025, mulai dari penambahan armada hingga penerapan sistem reservasi online melalui Ferizy.
Persiapan matang yang dilakukan oleh ASDP, termasuk pengoperasian 215 kapal dan 50 dermaga, diharapkan mampu mengakomodasi peningkatan jumlah pemudik yang diprediksi mencapai 4,56 juta orang dan 1,1 juta kendaraan.
Bagi calon penumpang yang belum melakukan reservasi, ASDP mengimbau agar segera membeli tiket lebih awal, mengikuti jadwal keberangkatan yang telah ditentukan, serta mempersiapkan perjalanan dengan baik guna memastikan pengalaman mudik yang lancar, aman, dan nyaman.