AI

OpenAI Luncurkan Model AI Penalaran o1-pro dengan Performa Lebih Canggih

OpenAI Luncurkan Model AI Penalaran o1-pro dengan Performa Lebih Canggih
OpenAI Luncurkan Model AI Penalaran o1-pro dengan Performa Lebih Canggih

JAKARTA - OpenAI resmi menghadirkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang lebih canggih dalam API pengembang mereka. Model AI penalaran bernama o1-pro ini diklaim mampu menghasilkan respons yang lebih baik secara konsisten dibandingkan versi sebelumnya dengan penggunaan daya komputasi yang lebih besar.

Model o1-pro kini tersedia untuk pengembang tertentu yang telah menghabiskan setidaknya 5 dolar AS (sekitar Rp82,6 ribu) dalam layanan API OpenAI. Namun, harga yang ditetapkan untuk menggunakan model ini tergolong mahal dibandingkan model sebelumnya.

Biaya Lebih Mahal Dibandingkan Model Sebelumnya

OpenAI membanderol biaya 150 dolar AS (sekitar Rp2,4 juta) per satu juta token (sekitar 750.000 kata) masukan dan 600 dolar AS per satu juta token keluaran yang dihasilkan oleh model tersebut. Biaya ini dua kali lipat lebih mahal dibandingkan GPT-4.5 untuk masukan dan sepuluh kali lebih mahal dibandingkan model o1 standar.

Meskipun harga yang ditawarkan tergolong tinggi, OpenAI optimistis bahwa peningkatan kinerja o1-pro dapat menarik perhatian para pengembang untuk menggunakan layanan AI premium mereka. Model ini dikembangkan untuk memberikan solusi yang lebih akurat dan andal bagi kebutuhan AI berbasis penalaran.

Seorang juru bicara OpenAI menjelaskan bahwa model o1-pro dirancang untuk “berpikir lebih keras” dan memberikan jawaban lebih baik dalam menangani masalah yang paling kompleks.

“Setelah menerima banyak permintaan dari komunitas pengembang, kami sangat antusias menghadirkan model ini ke dalam API guna menawarkan respons yang lebih andal,” ujarnya.

Performa o1-pro Masih Menuai Kritik

Meskipun diklaim lebih canggih, model o1-pro masih menghadapi beberapa tantangan. Model ini telah tersedia sejak Desember 2024 bagi pelanggan ChatGPT Pro dan telah diuji oleh banyak pengguna. Namun, berdasarkan laporan dari beberapa pengguna, model ini mengalami kesulitan dalam menyelesaikan teka-teki Sudoku dan bahkan terkecoh oleh ilusi optik sederhana.

Selain itu, tolok ukur internal OpenAI dari akhir tahun lalu menunjukkan bahwa o1-pro hanya sedikit lebih baik dibandingkan model o1 standar dalam menyelesaikan permasalahan pemrograman dan matematika. Namun, OpenAI menekankan bahwa meskipun peningkatannya tidak signifikan, model ini memberikan jawaban yang lebih dapat diandalkan dibandingkan versi sebelumnya.

Masa Depan AI Penalaran di OpenAI

Peluncuran o1-pro menjadi langkah terbaru OpenAI dalam mengembangkan AI yang lebih canggih dan dapat berpikir lebih dalam untuk menjawab berbagai tantangan yang kompleks. Meskipun ada kritik terkait keterbatasan kinerja model ini, OpenAI tetap optimistis bahwa pengembangan lebih lanjut akan meningkatkan kualitas dan kecanggihan AI mereka.

OpenAI juga terus berupaya meningkatkan sistem AI mereka agar semakin responsif dan efektif dalam berbagai aplikasi. Dengan meningkatnya permintaan akan AI yang mampu menangani tugas-tugas kompleks, OpenAI berharap model o1-pro bisa menjadi pilihan utama bagi pengembang yang membutuhkan solusi AI berkualitas tinggi.

Dengan harga yang lebih mahal dan kinerja yang masih menuai pro dan kontra, akankah o1-pro menjadi standar baru dalam AI penalaran? Waktu akan menjawabnya. Untuk saat ini, OpenAI terus berinovasi demi menghadirkan teknologi AI yang semakin canggih dan relevan bagi industri global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index