JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Timika resmi menyiapkan tiga kapal penumpang guna melayani arus mudik Lebaran 2025. Ketiga kapal tersebut adalah KM Tatamailau, KM Sirimau, dan KM Sabuk 75. Sementara itu, KM Leuser dialihkan ke Pelabuhan Semarang dan Sampit untuk mendukung program mudik gratis yang diinisiasi oleh pemerintah pusat.
Kepala PT Pelni Cabang Timika, Rahmansyah Chaidir, mengonfirmasi bahwa pada musim mudik tahun ini, jumlah kapal yang dioperasikan lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. “Untuk musim mudik Lebaran kali ini, kami hanya menyediakan tiga kapal. KM Leuser dialihkan ke Semarang dan Sampit sesuai arahan dari kementerian untuk mendukung program mudik gratis,” ujar Chaidir.
Lonjakan Penumpang Diprediksi Naik 5 Persen
Pelni memperkirakan jumlah penumpang yang berangkat dari Timika pada musim mudik kali ini akan mengalami peningkatan sebesar 3 hingga 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga 2 Maret 2025, sebanyak 1.200 tiket telah terjual, sementara total jumlah penumpang yang diproyeksikan berangkat hingga 26 Maret diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 orang.
“Mayoritas penumpang yang berangkat dari Timika memiliki tujuan ke Tual, disusul ke Sorong,” tambah Chaidir. Ia juga menjelaskan bahwa arus balik ke Timika baru bisa terlihat setelah 1 April, namun diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan seperti saat arus mudik.
“Arus balik kemungkinan tidak terlalu signifikan karena mayoritas masyarakat Timika bukan pemudik Muslim. Lonjakan penumpang biasanya terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya.
Posko Pengamanan dan Pelayanan Penumpang Didirikan
Untuk memastikan kelancaran serta keamanan selama periode mudik, PT Pelni Timika telah membuka posko pengamanan di Pelabuhan Poumako. Posko ini akan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dengan adanya posko ini, diharapkan penumpang dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.
Selain pengamanan, Pelni juga mengoptimalkan pelayanan bagi penumpang dengan menyediakan fasilitas tambahan serta sistem antrean yang lebih terorganisir. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak guna memastikan semua aspek operasional berjalan lancar, mulai dari kedatangan hingga keberangkatan kapal,” kata Chaidir.
Harga Tiket Tidak Mengalami Kenaikan
Pelni memastikan harga tiket kapal untuk musim mudik tahun ini tidak mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tiket tujuan Tual tetap dibanderol seharga Rp 295.000 per penumpang.
“Harga tiket tetap sama, tidak ada kenaikan. Kami sarankan masyarakat membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Pelni Mobile agar lebih praktis dan menghindari kehabisan tiket,” imbau Chaidir.
Selain itu, Chaidir juga mengingatkan para penumpang untuk membawa barang secukupnya guna kenyamanan selama perjalanan. “Jika memungkinkan, cukup membawa satu koper saja. Jika ada barang tambahan, bisa menggunakan layanan pengiriman paket barang dengan kapal Pelni hingga ke tangan penerima melalui layanan Red Pack,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang serta koordinasi antara berbagai pihak, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 di Timika dapat berjalan dengan lancar dan aman.