JAKARTA - Menjelang libur panjang Lebaran 2025, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan bahwa aspek keselamatan dan keamanan pengunjung di Taman Wisata Alam (TWA) serta Taman Nasional menjadi prioritas utama. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berkompromi dalam hal ini demi menjaga kenyamanan serta kelestarian lingkungan.
Pengawasan Ketat di 57 Taman Nasional dan 134 Taman Wisata Alam
Dalam keterangannya pada Selasa, 18 Maret 2025, Raja Juli Antoni menekankan pentingnya kesiapan maksimal dari seluruh jajaran yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kawasan konservasi. "Kita tidak akan berkompromi pada keamanan dan keselamatan pengunjung. Jadi ini adalah hal paling penting," ujar Raja Antoni.
Sebanyak 57 Taman Nasional dan 134 Taman Wisata Alam yang berada di bawah pengelolaan Kemenhut telah diminta untuk melakukan berbagai langkah antisipatif. Langkah ini mencakup peningkatan sarana dan prasarana, penerapan sistem pengawasan yang lebih ketat, serta edukasi kepada para wisatawan mengenai peraturan dan batasan yang berlaku.
Kepatuhan Terhadap Kuota Pengunjung dan Informasi Penutupan Lokasi Wisata
Selain meningkatkan pengawasan dan kesiapan fasilitas, Kemenhut juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap batasan jumlah pengunjung yang diperbolehkan masuk ke kawasan wisata alam tertentu. "Kuota atau batasan pengunjung harus ditaati karena ini berkaitan erat dengan keselamatan dan kelestarian lingkungan," kata Raja Antoni.
Batasan jumlah wisatawan diterapkan untuk mencegah kerusakan ekosistem serta menghindari potensi kecelakaan akibat kepadatan pengunjung. Oleh karena itu, Kemenhut menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi pihak yang melanggar ketentuan ini.
Di samping itu, Raja Antoni juga menginstruksikan agar informasi terkait penutupan sejumlah gunung atau Taman Nasional segera disampaikan kepada masyarakat secara transparan. "Nanti mohon direkap ulang Rinjani, Tambora, dicatat kembali kapan ditutupnya, kapan dibukanya dan ini diinformasikan mulai besok paling tidak di media kita," pungkasnya.
Kesiapan Infrastruktur dan Petugas di Lapangan
Dalam rangka mengantisipasi lonjakan pengunjung selama libur Lebaran, Kemenhut telah meminta seluruh pengelola TWA dan Taman Nasional untuk memastikan kesiapan infrastruktur di setiap destinasi wisata. Beberapa aspek yang menjadi fokus utama meliputi:
-Penyediaan Jalur Evakuasi yang Memadai – Seluruh kawasan wisata wajib memiliki jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses dalam keadaan darurat.
-Posko Keamanan dan Kesehatan – Penempatan posko-posko kesehatan dan petugas yang siaga 24 jam untuk memberikan pertolongan pertama jika terjadi insiden.
-Peningkatan Sistem Pengawasan – Penggunaan teknologi seperti CCTV dan pemantauan drone di kawasan-kawasan yang rawan kecelakaan.
-Edukasi dan Peringatan Dini – Papan informasi dan rambu-rambu yang jelas untuk mengingatkan wisatawan tentang batas-batas aman serta potensi bahaya di lokasi tertentu.
Kolaborasi dengan Pihak Terkait
Selain menyiapkan internalnya, Kemenhut juga bekerja sama dengan pihak terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian, dan pemerintah daerah untuk memastikan koordinasi dalam menghadapi kemungkinan bencana alam, kepadatan wisatawan, atau keadaan darurat lainnya.
Harapan untuk Wisatawan
Dengan berbagai langkah yang dilakukan, Raja Antoni berharap masyarakat yang berencana mengunjungi Taman Wisata Alam dan Taman Nasional dapat mematuhi aturan yang berlaku serta mengutamakan keselamatan diri. "Keselamatan adalah hal yang utama. Mari kita nikmati keindahan alam Indonesia dengan tetap menjaga kelestariannya," tutupnya.
Kemenhut mengimbau seluruh wisatawan agar mengikuti arahan petugas, tidak melakukan tindakan yang dapat merusak lingkungan, serta selalu waspada selama beraktivitas di kawasan wisata alam. Dengan kesiapan dan kerja sama semua pihak, diharapkan libur Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan aman bagi semua pengunjung.