JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) memiliki kuota hingga 300.000 orang per hari. Namun, hingga Selasa, jumlah pendaftar baru mencapai 500.000 orang, termasuk mereka yang lahir pada akhir tahun seperti Oktober hingga Desember.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyoroti bahwa meskipun kuota harian yang tersedia cukup besar, jumlah pendaftar harian masih jauh dari target. "Saat ini kita masih di angka 30 per hari, padahal dengan 10.000 puskesmas yang tersedia, seharusnya kita bisa mencapai hingga 300.000 pendaftar per hari. Sayangnya, saat ini masih berkisar 38.000-40.000 per hari," ujar Endang dalam Konferensi Nasional Perempuan 2025 di Jakarta.
Layanan CKG Tak Lagi Terbatas pada Hari Ulang Tahun
Menanggapi rendahnya angka pendaftar, Kemenkes memutuskan untuk tidak lagi membatasi layanan CKG hanya bagi mereka yang berulang tahun. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan tersebut. Endang menambahkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan Surat Edaran resmi terkait perubahan aturan ini.
"Kami melihat antusiasme masyarakat yang besar, tetapi masih banyak yang merasa terbatas dengan sistem sebelumnya. Oleh karena itu, kami membuka akses yang lebih luas untuk memastikan layanan kesehatan ini bisa dinikmati lebih banyak orang tanpa harus menunggu hari ulang tahun mereka," jelas Endang.
Pencegahan Penyakit dan Kesetaraan Gender
Program CKG merupakan bagian dari strategi Kemenkes dalam upaya pencegahan penyakit yang menjadi penyebab utama kematian di berbagai kelompok usia, termasuk bayi dan perempuan. Data Kemenkes menunjukkan bahwa perempuan lebih rentan terhadap penyakit tidak menular dibandingkan laki-laki.
"Sebanyak 32,8 persen perempuan mengalami hipertensi, sementara laki-laki hanya 25,6 persen. Selain itu, prevalensi diabetes mellitus pada perempuan mencapai 2 persen, sedangkan laki-laki hanya 1,3 persen," ungkap Endang.
Endang juga menekankan bahwa perempuan dewasa menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan layanan CKG. Hal ini menunjukkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya kesehatan semakin meningkat. "Semakin tinggi akses terhadap hak, termasuk hak kesehatan, semakin tinggi juga tingkat kesehatan dan kesejahteraan perempuan," tambahnya.
Mendorong Kesadaran Masyarakat untuk Memanfaatkan Layanan Kesehatan
Kemenkes terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam program CKG yang tersedia di puskesmas dan posyandu. Dengan layanan yang semakin mudah diakses, diharapkan masyarakat tidak hanya memeriksakan kesehatan mereka secara rutin tetapi juga mengambil langkah preventif terhadap penyakit kronis yang dapat dicegah sejak dini.
Kemenkes mengajak seluruh masyarakat untuk lebih aktif dalam memanfaatkan fasilitas CKG guna meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyakit sejak dini. "Kami harap masyarakat tidak menunda-nunda pemeriksaan kesehatan. Semakin cepat terdeteksi, semakin cepat bisa ditangani," pungkas Endang.
Dengan adanya kemudahan akses ini, Kemenkes berharap dapat mencapai target 300.000 peserta per hari dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.