KM Lambelu, Kapal PELNI Berkapasitas 2.003 Penumpang

Jumat, 18 September 2026 | 16:25:00 WIB

BISNISINSIGHT.COM — KM Lambelu adalah kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dengan kapasitas 2.003 penumpang, dibangun pada 1997 oleh galangan Meyer Werft di Papenburg, Jerman. Kapal bertipe 2.000 pax ini melayani rute di wilayah Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

KM Lambelu termasuk armada PT PELNI yang masih aktif mengangkut penumpang antarpulau. Kapal ini dirancang untuk melayani rute padat penumpang di kawasan timur Indonesia.

Spesifikasi Kapal

KM Lambelu dibangun pada 1997 di galangan Meyer Werft, Papenburg, Jerman. Galangan tersebut dikenal sebagai salah satu pembuat kapal penumpang berpengalaman di Eropa.

SpesifikasiDetail
OperatorPT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI)
Tipe / kelasTipe 2.000 pax
Tahun dibuat1997
Galangan pembuatMeyer Werft, Papenburg, Jerman
Kapasitas penumpang2.003 orang
Gross tonnage14.649 GT
Panjang136,03 meter
Nomor IMO9124548
Wilayah operasiSulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara

Wilayah Operasi

KM Lambelu melayani wilayah operasi yang mencakup Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Dari pemantauan, kapal ini tercatat singgah di tujuh pelabuhan.

Jumlah pelabuhan singgah itu menunjukkan KM Lambelu melayani rute yang cukup panjang. Penumpang bisa naik dan turun di beberapa titik sepanjang perjalanan.

Kapasitas dan Ukuran

Dengan kapasitas 2.003 penumpang, KM Lambelu masuk kategori kapal besar di armada PELNI. Bobotnya mencapai 14.649 GT dengan panjang 136,03 meter.

Ukuran tersebut membuat kapal ini mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar sekaligus. Nomor IMO 9124548 menjadi identitas resmi kapal di sistem pelayaran internasional.

KM Lambelu tetap menjadi salah satu armada andalan PELNI untuk menghubungkan wilayah Sulawesi dan Kalimantan Timur. Kapasitas besar dan pengalaman operasinya sejak 1997 membuat kapal ini akrab bagi penumpang rute timur Indonesia.

Terkini