Prabowo Gelar Ratas Energi di Istana, Bahas Kebutuhan Dalam Negeri dan B50

Rabu, 16 September 2026 | 16:37:00 WIB

BISNISINSIGHT.COM — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Negara, Rabu (16/9/2026), membahas pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri. Rapat itu dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, hingga perwakilan Pertamina. Salah satu agenda yang kemungkinan dibahas adalah implementasi program biodiesel B50.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan rapat tersebut membahas sejumlah langkah untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Ia menyebut kemungkinan implementasi B50 juga masuk dalam agenda pembahasan, meski detailnya baru akan disampaikan usai rapat.

"Hari ini kami akan melakukan rapat dengan Presiden terkait dengan beberapa langkah dalam rangka memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri kita," kata Bahlil di Istana Negara, Rabu (16/9/2026).

Rapat terbatas ini melibatkan jajaran kabinet lintas sektor. Hadir mendampingi Presiden, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran, serta Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza.

Suahasil dan Destry Belum Buka Suara Soal Agenda Rapat

Sejumlah pejabat yang hadir memilih bungkam saat ditanya soal materi rapat. Menteri Keuangan Suahasil Nazara hanya memberi jawaban singkat kepada awak media sebelum masuk ke ruang rapat.

"Kita rapat dulu nanti kita sampaikan," ujar Suahasil.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti juga belum mengungkap isi pembahasan. Ia mengaku baru menerima undangan dan belum mengetahui detail agenda yang akan dibahas bersama Presiden.

"Saya belum tahu kabarnya saya datang saja. Nanti-nanti saja," kata Destry.

Pertamina dan BP BUMN Ikut Dipanggil, Sinyal Sektor Energi Jadi Prioritas

Kehadiran Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberi sinyal bahwa rapat menyentuh langsung operasional perusahaan energi pelat merah. Dony mengonfirmasi undangan rapat memang bertema energi, dan menyebut Pertamina menjadi salah satu pihak yang dibahas.

"Undangannya sih ratas tentang energi. Kita biasa. Update aja. Berkaitan sama ada Pertamina juga nanti kan, berkaitan dengan energi. Nanti setelah rapat mungkin kita bisa update lebih lanjut," kata Dony.

Kombinasi kehadiran Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan Menteri ESDM dalam satu forum menunjukkan pembahasan tidak hanya soal pasokan teknis, tetapi juga menyangkut sisi fiskal dan moneter. Pemerintah perlu memastikan belanja subsidi energi, nilai tukar, dan harga minyak mentah global tetap terkendali di tengah tekanan terhadap anggaran.

Apa Artinya bagi Pelaku Pasar dan Sektor Energi

Bagi investor, sinyal paling konkret dari rapat ini adalah arah kebijakan B50. Jika implementasi dipercepat, permintaan crude palm oil (CPO) domestik berpotensi naik dan berdampak ke emiten perkebunan sawit. Sebaliknya, kebijakan ini bisa menambah beban biaya bagi Pertamina jika selisih harga biodiesel dan solar subsidi melebar.

Pasar juga menanti apakah rapat menghasilkan keputusan soal harga energi bersubsidi atau perubahan alokasi anggaran. Sebelumnya, pemerintah sudah menegaskan komitmen memperkuat ketahanan energi nasional lewat bauran biodiesel dan pengurangan ketergantungan impor bahan bakar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Istana soal hasil rapat. Sejumlah menteri menyatakan detail kebijakan akan disampaikan setelah pembahasan tuntas. Investor disarankan mencermati pengumuman lanjutan, terutama yang menyangkut harga, subsidi, dan target implementasi B50.

Investasi mengandung risiko.

Terkini