Pasok DMO Lebih dari 54%, Potensi Laba PTBA Terpangkas Rp14,5 T

Selasa, 15 September 2026 | 05:07:03 WIB
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) merekam porsi penyaluran batubara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) jauh di atas ketentuan minimal pemerintah. Penyerahan kewajiban DMO yang melampaui target regulasi tersebut berdampak langsung pada tergerusnya potensi laba bersih perusahaan sepanjang rentang tahun 2018 hingga tahun 2025.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Bambang Ismawan mengungkapkan, pemenuhan kewajiban pasar domestik selalu menjadi fokus perhatian dalam operasional perseroan. Walaupun regulasi sekadar mensyaratkan porsi sebesar 25%, perseroan secara konsisten merealisasikan kewajiban DMO dalam porsi yang jauh lebih tinggi setiap tahunnya hingga menembus di atas 54%.

"Ini yang selalu menjadi isu yang sangat menarik perhatian, bahwa DMO atau Domestic Market Obligation yang dipersyaratkan yang seharusnya itu 25% berdasarkan Peraturan Menteri, tetapi pada kenyataannya PT Bukit Asam melaksanakan tugas DMO itu selalu lebih dari 54% pada tahun 2025," ujarnya dalam rapat bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Bambang memaparkan, realisasi pemenuhan DMO perseroan tercatat konsisten melonjak pesat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Merujuk kalkulasi perseroan, realisasi pasokan batubara untuk pasar dalam negeri tersebut terus melampaui hingga dua kali lipat dari batas minimum sebesar 25% yang ditetapkan oleh pihak regulator.

"Sebagai gambaran dari tahun 2021 sampai 2025 seperti halnya yang di tabel, itu selalu 2 kali lipat lebih dari 25% yang diharuskan," katanya.

Lebih lanjut, Bambang menerangkan, tingginya porsi pasokan DMO tersebut memberikan dampak langsung terhadap kinerja keuangan serta profitabilitas perusahaan. Penjualan batubara domestik lewat skema harga khusus mengakibatkan akumulasi potensi keuntungan perusahaan tergerus hingga belasan triliun rupiah dalam beberapa tahun terakhir.

"Dan kami pernah mencoba (menghitung) berapa penurunan profit karena kami melebihi 25% DMO, itu dari tahun 2018 sampai 2025 sekitar Rp 14,5 triliun rupiah. Itu penurunan profit karena kami memenuhi melebihi DMO yang seharusnya," tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dipresentasikan, total penugasan DMO PTBA di tahun 2026 dipatok sebesar 17,7 juta ton. Adapun hingga Agustus 2026 realisasinya sudah menyentuh 12,5 juta ton atau setara 45% dari total produksi.

Terkini