Indika (INDY) Kejar Produksi Emas Awak Mas pada Kuartal II/2027

Senin, 14 September 2026 | 22:20:32 WIB
PT Indika Energy Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Indika Energy Tbk. (INDY) mengakselerasi pengerjaan proyek tambang emas Awak Mas yang berlokasi di Sulawesi Selatan. Memasuki akhir Juni 2026, capaian pengerjaan fisik proyek tersebut telah menyentuh 60,63%. 

Indika Energy memproyeksikan area tambang emas Awak Mas dapat mulai mencetak pencapaian produksi emas perdana (first gold) pada kurun kuartal II/2027.

Senior Vice President and Head of CEO Office, Corporate Communications, and Sustainability Indika Energy Ricky Fernando menyampaikan bahwa proyek Awak Mas saat ini masih bergulir dalam tahap pembangunan struktur.

“Per 30 Juni 2026, kemajuan konstruksi proyek telah mencapai 60,63% menuju target penyelesaian konstruksi,” ujarnya kepada Bisnis dikutip, Senin (14/9/2026).

Pascatahap konstruksi rampung, proyek ini bakal melangkah ke tahap penyesuaian kesiapan operasional sebelum menapaki fase produksi secara komersial. 

Perseroan mematok target first gold dapat terealisasi di kuartal II/2027. Dalam kurun tahun awal masa produksi, Awak Mas diproyeksikan sanggup menghasilkan kisaran 50.000–70.000 ounce emas.

Berlandaskan target itu, sumbangsih proyek Awak Mas terhadap rekapitulasi keuangan Indika Energy diprediksi mulai terlihat pada pengujung kuartal II/2027, bertepatan dengan dimulainya penambangan emas.

Mesin Pertumbuhan Baru INDY

Garapan proyek Awak Mas menjadi bagian dari pendorong strategi INDY guna memperbesar portofolio bisnis di luar sektor batu bara. Perseroan menilai fasilitas tambang emas tersebut berpotensi menjadi fondasi pertumbuhan baru usai beroperasi secara penuh kelak.

“Setelah beroperasi penuh, proyek ini kami harapkan menjadi salah satu kontributor utama lini bisnis non batu bara, baik terhadap pendapatan maupun EBITDA perseroan,” kata Ricky.

Oleh karena itu, keberhasilan pengembangan proyek Awak Mas bakal memegang peranan krusial dalam diversifikasi lini usaha INDY. 

Perseroan tidak semata memburu celah pertumbuhan dari industri energi dan batu bara, tetapi turut menanamkan investasi pada komoditas emas yang memiliki karakteristik pasar tersendiri.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, INDY membukukan angka pendapatan mencapai US$1,15 miliar, atau melesat 19,9% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$956,8 juta.

Melonjaknya pendapatan turut mengerek laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$10,2 juta, melompat signifikan dibanding capaian US$2,2 juta pada semester I/2025. 

Performa positif tersebut ditopang oleh kontribusi yang kian solid dari lini bisnis perseroan, yakni Kideco Jaya Agung (Kideco), Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), serta Indika Indonesia Resources.

Terkini