S&P Global Beri Rating BBB-, Inalum Jaga Kinerja Berkelanjutan

Jumat, 11 September 2026 | 00:10:01 WIB
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memastikan menjaga kinerja secara berkelanjutan setelah memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings, yang sekaligus memperkuat kredibilitas perusahaan di pasar keuangan.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menyampaikan pencapaian peringkat tersebut menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.

"Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi Inalum untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan. Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat," kata dia dalam pernyataan resmi di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Peringkat tersebut diberikan S&P Global Ratings dalam laporan yang diterbitkan pada 7 September 2026. Lembaga pemeringkat itu menilai posisi strategis Inalum dalam Grup MIND ID serta kuatnya dukungan pemerintah melalui MIND ID terhadap perusahaan.

S&P Global Ratings juga menilai Inalum memiliki peran penting dalam mendorong hilirisasi bauksit dan mengembangkan rantai nilai aluminium nasional, sejalan dengan agenda strategis MIND ID selaku perusahaan negara untuk memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia.

Menurutnya, peringkat internasional tersebut melengkapi penguatan profil kredit Inalum di pasar domestik. Pada Agustus 2026, Pefindo meningkatkan peringkat Inalum satu tingkat dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable setelah perusahaan mempertahankan peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun sebelumnya.

Penguatan peringkat tersebut berlangsung ketika Inalum tengah mempersiapkan peningkatan kebutuhan pendanaan untuk mendukung berbagai proyek hilirisasi aluminium pada periode 2026-2029. 

Efisiensi ini didukung pasokan energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik. Keunggulan biaya itu dinilai menjadi salah satu kekuatan kredit Inalum sekaligus memberikan daya tahan perusahaan dalam menghadapi dinamika harga aluminium global.

Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air juga dinilai membuat smelter Inalum tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, tetapi turut mendukung profitabilitas dan efisiensi biaya produksi perusahaan.

Saat ini, Inalum mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun. Melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Inalum juga telah mengatasi ketergantungan impor bahan baku alumina. 

BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

Lebih lanjut, peran perseroan semakin diperkuat melalui pengembangan SGAR 2 dan Smelter Aluminium 2 (Smelter 2) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditujukan untuk memperkuat integrasi rantai nilai aluminium nasional. SGAR 2 direncanakan menambah kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun sehingga total kapasitas produksi alumina menjadi dua kali lipat dari kapasitas yang ada.

Sementara itu, Smelter 2 dirancang dengan kapasitas produksi sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun. Dengan tambahan tersebut, total kapasitas smelter aluminium primer Inalum akan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan kapasitas saat ini.

Terkini