Kredit Perbankan Juli 2026 Tumbuh 13,58% di Tengah Tekanan Margin

Senin, 07 September 2026 | 05:30:02 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: NET

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa penyaluran kredit perbankan nasional hingga Juli 2026 telah mencapai Rp9.135 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,58% secara tahunan (year on year/YoY). 

Kendati fungsi intermediasi berjalan kuat, ekspansi tersebut dibarengi dengan tekanan terhadap profitabilitas perbankan akibat penurunan pada marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM).

Berdasarkan paparan data OJK yang disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, laju pertumbuhan kredit pada Juli 2026 mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Pada Juli 2025, posisi kredit perbankan berada di angka Rp8.043 triliun, sebelum akhirnya naik menjadi Rp9.135 triliun pada Juli 2026. 

"Berdasarkan kategori debitur kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 22,10% yoy," kata Dian dalam Konferensi Pers OJK, Senin (7/9/2026).

Jika dilihat dari sektor penyalurannya, kredit investasi menjadi motor penggerak utama pertumbuhan lewat lonjakan sebesar 25,13% (YoY). Di sisi lain, kredit modal kerja tumbuh 11,04% (YoY), sementara kredit konsumsi mencatatkan kenaikan yang cenderung lebih moderat di level 5,38% (YoY). 

Secara bulanan, penyaluran kredit perbankan pada Juli 2026 masih mencetak pertumbuhan positif sebesar 0,6% dari bulan Juni 2026, dengan akumulasi pertumbuhan tahun berjalan (year to date/YtD) mencapai 6,4%.

Seiring dengan ekspansi pembiayaan tersebut, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan turut mengalami kenaikan hingga menyentuh angka Rp10.336 triliun atau tumbuh 11,21% (YoY). Perkembangan ini ikut menjaga stabilitas rasio intermediasi perbankan yang tecermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) pada level 88,38%.

Kendati fungsi intermediasi tetap solid, sektor perbankan dihadapkan pada tantangan profitabilitas. OJK mencatat angka NIM perbankan turun ke level 4,32% pada Juli 2026 dari posisi 4,57% pada Juli 2025. 

Koreksi marjin ini turut tecermin dari rasio imbal hasil aset (Return on Asset/ROA) yang berada di posisi 2,45%, lebih rendah daripada Juli 2025 yang tercatat sebesar 2,56%. 

Tekanan profitabilitas ini muncul di tengah dinamika biaya dana, ketatnya persaingan penghimpunan dana simpanan, serta kebutuhan bank dalam merawat kualitas aset.

Dari sudut pandang risiko kredit, kualitas aset perbankan terpantau masih terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,10% pada Juli 2026, yang sedikit naik dari Juni 2026 di angka 2,09%, tetapi tetap berada dalam batas yang aman dan terkendali. 

Di samping itu, NPL net berada di level 0,81%, menunjukkan perbaikan dibandingkan Juli 2025 yang bertengger di angka 0,86%. Penurunan juga terlihat pada rasio Loan at Risk (LaR) yang menyusut ke level 8,39% dari sebelumnya 9,68% pada Juli 2025.

Selain mengawasi risiko kredit, OJK turut mencermati adanya kenaikan pada risiko pasar. Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) industri perbankan terpantau naik menjadi 1,95% pada Juli 2026 dari catatan Juli 2025 sebesar 1,14%, meski posisi tersebut masih berada jauh di bawah ambang batas ketentuan regulator.

Dari sisi ketahanan likuiditas, perbankan nasional masih memiliki bantalan yang solid. Ketersediaan alat likuid tercatat sebesar Rp2.388 triliun, yang menghasilkan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 23,10%. 

Adapun rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) berada di angka 102,45%, yang mengindikasikan bahwa kecukupan likuiditas bank masih memadai dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. 

Kekuatan industri perbankan ini kian ditopang oleh tingkat permodalan yang tebal, di mana rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan berada di level 23,84% pada Juli 2026, menguat dari posisi Juni 2026 yang sebesar 23,70%.

Terkini

Raphinha Kapten Baru Barca, Ukir Sejarah Pemain Brasil

Senin, 07 September 2026 | 05:48:32 WIB

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:45:32 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:02 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:01 WIB