Ekspansi FWA dan FTTH, WIFI Siapkan Capex Rp7 Triliun pada 2026

Senin, 07 September 2026 | 23:23:32 WIB
Pemilik Arsari Group Hashim Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam peluncuran internet berkecepatan tinggi 2 Gbps oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge [FOTO: NET].

JAKARTA — Perusahaan afiliasi Hashim Djojohadikusumo, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau SURGE mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) mendekati Rp7 triliun pada 2026. Anggaran capex tersebut dialokasikan WIFI guna memperluas jangkauan jaringan.

Direktur Solusi Sinergi Digital Shannedy Ong menerangkan secara prinsip, alokasi capex WIFI difokuskan untuk memacu ekspansi jaringan fixed wireless access (FWA) serta Fiber-to-the-home (FTTH).

“Pada dasarnya capex kami akan digunakan untuk ekspansi jaringan FWA dan FTTH,” ujar Shannedy, dalam konferensi pers Public Expose LIVE WIFI, Senin, (7/9/2026).

Investor Relations WIFI Olivia Simon menguraikan pasang target capex WIFI di tahun ini berada di kisaran angka Rp7 triliun. Alokasi belanja modal ini mencakup pengadaan tambahan 5.500 unit radio, dengan harga per unit berada di kisaran US$30.000.

WIFI turut mengalokasikan anggaran belanja modal demi penyediaan perangkat modem ZTE yang memiliki harga per unit sekitar US$50. Pengadaan seperangkat fasilitas tersebut diproyeksikan untuk menyokong target perseroan dalam menggaet hingga 3 juta pelanggan.

Di samping itu, WIFI menggelontorkan capex sekitar Rp1 triliun guna mendorong ekspansi FTTH melalui anak perusahaannya. Investasi itu mencakup penambahan berkisar 1,5 juta home pass dan home connect, dengan taksiran biaya menembus Rp750.000 per pelanggan.

WIFI juga mematok capex berkisar Rp500 miliar hingga Rp600 miliar yang diperuntukkan bagi agenda fiberisasi menara. Sedangkan dana sekitar Rp100 miliar disiapkan demi mendongkrak kapasitas beserta backbone.

Sementara itu hingga penutupan semester I/2026, realisasi penggunaan capex WIFI baru menyerap anggaran Rp1 triliun. Minimnya penyerapan dana belanja modal ini menurut penilaian Olivia murni terkait persoalan momentum penyerapan (timing).

Ia menjelaskan bahwa porsi capex sebesar Rp1 triliun yang terserap dominan dipakai untuk menambah home pass dan home connect di tingkat anak usaha WIFI, yakni PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), beserta penambahan inventaris perangkat di lingkungan internal WIFI.

“Jadi untuk capex sebesar Rp1 triliun yang sudah dilontarkan oleh perusahaan di 30 Juni 2026 ini digunakan mainly untuk penambahan home pass dan home connect di level IJE, begitu pula dengan penambahan perangkat di level SURGE standalone,” ujar Olivia.

Ia mengimbuhkan bahwa WIFI pun telah merilis penawaran produk FWA teranyar berlabel Internet Rakyat. Ketersediaan belanja modal WIFI menurut pemaparan Olivia juga ditujukan guna menopang operasional Internet Rakyat.

Terkini