Kementerian ESDM Tunggu Perpres untuk Tender PLTS 100 GW

Kamis, 03 September 2026 | 22:24:02 WIB
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersiap melaksanakan tender untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt peak (GWp) segera setelah aturan hukum terbaru resmi diberlakukan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa draf Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur program besar tersebut kini sedang dimatangkan.

"Itu [tender proyek PLTS] menunggu arahan Pak Menteri [Menteri ESDM Bahlil Lahadalia] karena kami sedang menyiapkan Perpres. Itu nanti di Perpres," ujar Eniya dalam acara IndoEBTKE ConEx 2026 di ibu kota, yang dikutip pada hari Kamis (3/9/2026).

Eniya menjelaskan bahwa naskah rancangan Perpres PLTS 100 GWp sebenarnya telah mencapai tahap final, namun masih memerlukan proses harmonisasi bersama berbagai instansi terkait. 

Regulasi tersebut nantinya akan merinci aturan operasional untuk tiga kategori utama PLTS, yakni jenis ground mounted, PLTS atap, serta PLTS apung. Meski tanggal resmi pengundangannya belum dapat dipastikan, ia menjamin penyusunan kebijakan ini mengakomodasi masukan serta pandangan dari para pelaku industri nasional.

"Drafnya sudah final tapi kan belum harmonisasi. Nanti saya harus lapor ke Pak Menteri [Menteri ESDM Bahlil Lahadalia] dulu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kan sedang mendampingi Presiden [Prabowo Subianto] ke Rusia. Setelah itu, terus masuk ke harmonisasi kemudian langsung mungkin ke Setneg dan seterusnya. Namun, intinya [berlaku] secepatnya," terang Eniya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan peluncuran 14 proyek yang menjadi bagian dari inisiatif program PLTS 100 GWp pada pekan lalu. Dari total kapasitas 5,3 GW yang diperkenalkan, sebanyak 4,5 GWp proyek siap memasuki tahap tender. 

Selain itu, terdapat 396 megawatt peak (MWp) yang masuk fase groundbreaking, 271 MWp dalam tahap konstruksi, serta 1 MWp yang telah diresmikan. Keseluruhan nilai investasi dari ke-14 proyek awal ini diperkirakan mencapai sekitar Rp135 triliun.

Daftar proyek PLTS yang dipersiapkan masuk tahap tender meliputi PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp, PLTS Madura 605 MWp, PLTS Jatigede 636 MWp, PLTS Cirata 1.250 MWp, PLTS Jatiluhur 1.688 MWp, PLTS Lahan Bank Tanah 69 MWp, PLTS Desa Sembur 0,92 MWp, PLTS Renggit 0,078 MWp, serta PLTS Tembesi 46 MWp.

Sementara itu, proyek PLTS Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp bersama PLTS Banyuwangi (130,2 MWp) dan PLTS Pasuruan (132 MWp) kini telah berjalan pada tahap groundbreaking. Di sisi lain, proyek PLTS Saguling sebesar 92 MWp dan PLTS Karangkates 133 MWp saat ini tengah berada dalam tahap konstruksi fisik.

Terkini