Askrindo Sokong Proyek Strategis dan Keamanan Rp261,9 T

Rabu, 26 Agustus 2026 | 03:29:31 WIB
PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo telah menyokong sebanyak 512 proyek strategis serta keamanan nasional dengan akumulasi nilai mencapai sekitar Rp261,9 triliun hingga Desember 2025.

Perlindungan tersebut diimplementasikan lewat lini produk Asuransi Umum dan Suretyship guna memastikan kelangsungan berbagai proyek strategis maupun kegiatan dunia usaha.

“Askrindo ingin terus hadir memberikan nilai bagi perekonomian Indonesia,” ujar Direktur Keuangan Askrindo Leonardo Henry Gavaza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Dari total keseluruhan tersebut, sebanyak 16 kegiatan di antaranya merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan kisaran nilai Rp143,2 triliun, sedangkan 496 proyek sisanya mencakup sektor keamanan nasional senilai sekitar Rp118,7 triliun.

Partisipasi Askrindo dalam PSN meliputi penjaminan Aset KCIC atau kereta cepat Whoosh, Tol Ngawi-Kertosono-Kediri, Tol Japek Selatan, Aset Jasa Marga Bali Tol, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A, hingga Aset Medan-Binjai Tol.

Selain itu, terdapat pula proyek pembangunan perumahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Tol Serang-Panimbang, Jaringan Sumber Air Pemali-Juana, pembangunan fasilitas kesehatan rumah sakit, Tol Probolinggo-Banyuwangi, Tol Jogja-Solo, Tanjung Priok Port Tollways, Tol Cisumdawu, sampai Kawasan Industri Terpadu Batang.

Di sisi lain, kapasitas Commercial Line milik Askrindo tercatat berada di angka Rp28,6 triliun, yang menunjukkan lonjakan sekitar 42 persen jika disandingkan dengan posisi tahun 2023 yang sebesar Rp20,1 triliun.

“Peningkatan kapasitas Commercial Line menunjukkan bahwa Askrindo terus memperkuat kemampuan untuk memberikan dukungan dengan nilai yang semakin besar. Namun, peningkatan kapasitas tersebut tetap kami imbangi dengan penguatan underwriting, manajemen risiko, dan tata kelola,” jelas Leonardo.

Sementara itu, sepanjang periode jangka panjang 2016 sampai 2025, Askrindo sudah menyalurkan penjaminan Kontra Bank Garansi (KBG) senilai Rp149,7 triliun, yang mencakup proyek instansi pemerintah pusat dan daerah lewat APBN/APBD, Badan Usaha Milik Negara, beserta aneka aktivitas ekonomi lainnya.

“Kami tidak hanya melihat besarnya nilai proyek, tetapi juga memastikan bahwa setiap risiko yang diterima sesuai dengan kapasitas dan risk appetite perusahaan. Prinsip underwriting yang prudent dan pengelolaan risiko menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan bisnis Askrindo,” tuturnya.

Terpisah, Askrindo turut memberikan sokongan bagi pemerintah melalui Asuransi Program Pemerintah, utamanya program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang memegang peranan krusial dalam memperluas jangkauan pembiayaan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Askrindo memperkuat sektor UMKM dengan menyediakan proteksi asuransi kredit guna memudahkan akses pelaku usaha terhadap layanan pembiayaan perbankan.

Dengan demikian, kata Leonardo, dampak positif kehadiran Askrindo tidak sekadar dapat dirasakan pada proyek-proyek berdimensi besar, melainkan merata hingga ke lini usaha masyarakat di sektor UMKM.

Terkini