Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.690 Hari Ini, CAD Melebar dan Geopolitik Bayangi Kurs

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:19:00 WIB

BISNISINSIGHT.COM — Pasangan USD/IDR terkoreksi 14,2 poin dari posisi penutupan sebelumnya, dengan rentang perdagangan harian bergerak di kisaran Rp17.672,3 hingga Rp17.736,4. Pembukaan pasar tercatat di level Rp17.672,9, menunjukkan tekanan jual dolar AS mulai mereda setelah sempat rally dalam beberapa pekan terakhir.

Meski menguat dalam jangka pendek, posisi rupiah masih jauh dari level terkuatnya dalam 52 minggu terakhir di angka Rp16.294,0. Mata uang Garuda sempat menyentuh titik terendah historis di Rp18.197,5 pada periode yang sama, mencerminkan volatilitas tinggi yang membayangi pasar valuta asing sepanjang tahun ini.

Data AS Solid dan Geopolitik Tekan Mata Uang Asia

Dolar AS mendapat tenaga dari rilis indeks PMI Jasa yang melonjak ke 56,8 pada Agustus, jauh di atas ekspektasi pasar di level 54. Ini menjadi level tertinggi sejak Desember 2024, mengindikasikan ekonomi AS masih ekspansif dan membuka peluang The Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Di sisi lain, ancaman sanksi AS terhadap Iran memicu kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah. Kondisi ini mendorong investor berlindung ke aset safe haven, sekaligus menekan mayoritas mata uang Asia. Hanya won Korea Selatan dan dolar Hong Kong yang tercatat menguat di kawasan.

Defisit Transaksi Berjalan Melebar ke 3,3% PDB

Faktor domestik turut membebani pergerakan rupiah. Defisit transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi sekitar US$12,5 miliar atau setara 3,3% dari PDB pada kuartal II-2026. Pelebaran ini utamanya didorong tingginya nilai impor minyak di tengah harga minyak mentah dunia yang masih berada di level elevated.

Kondisi ini menambah tekanan pada neraca pembayaran dan memengaruhi persepsi pasar terhadap prospek rupiah jangka pendek. Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa kekhawatiran inflasi energi akibat ketegangan Iran dapat mendorong The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, menjadi faktor yang membebani mata uang berisiko seperti rupiah.

Proyeksi Pergerakan dan Strategi Investor

Analis memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam beberapa hari ke depan. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS dan situasi geopolitik global yang berpotensi memicu volatilitas nilai tukar.

Bank Indonesia disebut terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal. Langkah ini menjadi faktor penyeimbang utama di tengah sentimen negatif yang masih membayangi perekonomian domestik.

Bagi investor yang ingin diversifikasi aset di tengah fluktuasi mata uang, penyimpanan dalam bentuk dolar AS kini dapat dilakukan melalui aset crypto berjenis stablecoin. Aplikasi Pintu menyediakan akses investasi pada Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) yang nilainya dipatok 1:1 dengan dolar AS, lengkap dengan fitur Earn untuk peluang keuntungan tambahan.

Investasi mengandung risiko.

Terkini