Satu Visi Putra Terbitkan 307,5 Juta Saham Baru, Target Akuisisi Rumah Sakit di Cirebon

Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:28:00 WIB

BISNISINSIGHT.COM — Emiten periklanan yang bertransformasi menjadi perusahaan induk (holding company) ini membanderol saham barunya dengan nilai nominal Rp25 per lembar. Rencana penerbitan saham tersebut akan berlangsung dalam kurun waktu dua tahun sejak mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) independen yang dijadwalkan pada Rabu, 30 September 2026.

Dana Segar untuk Ekspansi ke Sektor Kesehatan

Dalam keterangan resminya, manajemen VISI menyatakan seluruh dana dari private placement, setelah dikurangi biaya penerbitan, akan dipakai untuk memperkuat struktur permodalan. Target utamanya adalah mendukung pengembangan usaha perseroan dan entitas anak, termasuk meningkatkan posisi keuangan agar mampu mengonsolidasikan kegiatan usaha di bidang kesehatan.

Langkah konkret yang sudah disiapkan adalah penandatanganan Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) pada 20 Agustus 2026. Melalui perjanjian ini, VISI akan mengambil alih 65% saham HMBC yang setara dengan 142.393 lembar saham.

Dua Sektor Usaha yang Akan Dikonsolidasikan

Aksi korporasi ini menandai perubahan haluan bisnis VISI dari sebelumnya fokus di industri periklanan menjadi perusahaan induk yang menaungi usaha di sektor healthcare. Dengan masuknya HMBC yang berlokasi di Cirebon, perseroan berharap dapat menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh kegiatan usaha kelompok akan dikonsolidasikan di bawah satu payung perusahaan induk. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan skala ekonomi dan daya saing di tengah industri layanan kesehatan yang terus tumbuh.

Jadwal dan Tahapan Aksi Korporasi

Adapun tahapan kunci yang perlu dicermati investor adalah pelaksanaan RUPS independen pada 30 September 2026. Setelah itu, perseroan memiliki waktu hingga dua tahun untuk mengeksekusi penerbitan saham baru tersebut.

Untuk diketahui, private placement merupakan mekanisme penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD), yang umumnya dilakukan dengan mencari investor tertentu. Skema ini kerap dipilih emiten untuk mempercepat perolehan dana segar tanpa melalui proses right issue yang lebih panjang.

Investasi mengandung risiko.

Terkini