Revitalisasi Terminal 1A Soetta, PTPP Raih Kontrak Rp1,19 Triliun

Senin, 24 Agustus 2026 | 23:54:33 WIB
Ilustrasi Gedung PT PP (Persero) Tbk (PTPP)

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) memperkokoh portofolio pada sektor infrastruktur transportasi lewat raihan proyek lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta yang mencatatkan nilai kontrak sebesar Rp1,19 triliun termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyampaikan bahwa perolehan pengerjaan proyek lanjutan ini menjadi wujud kepercayaan atas rekam jejak pengalaman serta kapabilitas perseroan dalam menggarap proyek infrastruktur strategis.

“PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta. Dengan pengalaman, kapabilitas, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi digital dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja,” kata Joko dalam keterangan di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Agenda proyek ini memiliki durasi pengerjaan selama 365 hari kalender terhitung sejak 21 Agustus 2026. Pembaharuan Terminal 1A diproyeksikan mampu mendongkrak mutu fasilitas bandara sekaligus menopang kebutuhan mobilitas warga dan dinamika ekonomi yang kian meluas.

Bandara Soekarno-Hatta bertindak sebagai salah satu hub transportasi udara strategis yang memegang peran krusial dalam menghubungkan masyarakat, pelaku bisnis, hingga ragam pusat kegiatan ekonomi.

Oleh sebab itu, pembenahan mutu fasilitas terminal tak cuma berfokus pada kenyamanan para pengguna jasa, melainkan turut memperkuat daya tampung infrastruktur transportasi guna menyokong pergerakan ekonomi.

Pada proyek ini, PTPP bakal menggarap serangkaian pekerjaan, mencakup tahap preliminary (pendahuluan), pekerjaan struktur, arsitektur, interior, lanskap, mekanikal, elektrikal, hingga sistem elektronik.

Proses revitalisasi juga diterpakan memakai pendekatan konstruksi berbasis teknologi mutakhir. PTPP menerapkan pemodelan serta pengelolaan data berbasis 3D, 4D, dan 5D, di samping pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), BIM 3D, hingga virtual tour.

Di samping itu, pihak perseroan mengaplikasikan teknologi Ground Penetrating Radar (GPR), di antaranya lewat pemanfaatan DSX Utility Detection Solution dan Leica DS4000 Utility Detection System, guna memetakan serta mengidentifikasi saluran utilitas bawah tanah secara lebih presisi.

Menurut penjelasan Joko, penerapan teknologi digital dalam proses konstruksi diharapkan sanggup memberikan nilai tambah, baik pada aspek kualitas maupun efisiensi pengerjaan.

Berbekal tambahan nilai kontrak Rp1,19 triliun tersebut, PTPP kian memantapkan posisinya di lini infrastruktur transportasi. Sementara bagi sektor perekonomian, peningkatan mutu fasilitas Terminal 1A diharapkan mampu memperkokoh daya dukung mobilitas dan konektivitas yang menjadi elemen penting pendorong roda ekonomi.

Terkini