BISNISINSIGHT.COM — Perakit PC yang berencana membangun rig gaming kelas menengah kini harus merogoh kocek lebih dalam. Komponen RAM yang selama ini dianggap sebagai "titik manis" antara harga dan performa, yaitu DDR5 6000 MT/s, baru saja menembus angka psikologis US$400 untuk kapasitas 32GB. Padahal, di masa lalu, kit yang sama bisa didapatkan dengan harga seperlimanya.
Harga Naik 400 Persen dari Titik Terendah
Data yang dihimpun dari PCPartPicker menunjukkan kit Corsair Vengeance 32GB DDR5 6000 sempat dijual di harga US$80 di Newegg beberapa tahun lalu. Kini, produk yang sama dibanderol sekitar US$401, atau lebih mahal 400 persen. Penurunan harga diskon sebesar US$215 yang tertera tidak banyak membantu karena harga dasarnya sudah melambung tinggi.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada satu merek. Secara umum, harga RAM di pasaran global telah meroket hingga 500 persen. Contoh paling ekstrem, kit DDR5 128GB kini dibanderol di angka US$3.399 di sejumlah toko ritel, sebuah nominal yang setara dengan harga laptop gaming kelas atas.
Penyebab: AI Menyedot Pasokan Chip Memori
Krisis komponen PC ini bukan tanpa sebab. Gelombang pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) global telah menyedot mayoritas kapasitas produksi pabrik NAND dan flash memory. Akibatnya, jatah produksi untuk komponen konsumen seperti RAM PC menjadi sangat terbatas.
Dampaknya sudah terlihat nyata di industri. Micron, salah satu produsen memori terbesar dunia, bahkan memutuskan untuk menutup merek konsumennya, Crucial, demi fokus melayani pelanggan enterprise yang lebih menguntungkan. Semua indikator menunjukkan kelangkaan ini akan berlanjut dan harga berpotensi semakin mahal dalam beberapa bulan ke depan.
Opsi Kompromi: RAM Lebih Lambat atau PC Rakitan?
Bagi yang benar-benar membutuhkan PC baru, masih ada opsi untuk menghemat biaya. Kit RAM dengan kecepatan lebih rendah, seperti DDR5 4800 MT/s dari Corsair Vengeance, dijual di harga US$359. Namun, menghemat sekitar US$40 dengan mengorbankan performa yang signifikan terasa seperti keputusan yang sangat berat bagi pengguna yang menginginkan sistem optimal.
Menghadapi situasi ini, membeli PC rakitan utuh atau paket bundel (bundle) menjadi salah satu cara paling masuk akal untuk menghindari dampak kenaikan harga komponen satuan. Para vendor biasanya memiliki stok komponen yang dibeli sebelum lonjakan harga, sehingga harga jualnya belum tentu naik drastis.
Dampak ke Konsumen Indonesia
Bagi pengguna di Indonesia, kenaikan ini akan terasa langsung di pasar ritel. Harga RAM DDR5 yang sempat turun mendekati angka Rp 1,5 juta untuk kit 32GB kini berpotensi melonjak dua kali lipat atau lebih. Siapa pun yang berencana merakit PC dalam waktu dekat disarankan untuk memantau harga secara berkala dan mempertimbangkan membeli lebih awal sebelum harga kembali merangkak naik.