RM Margono Kakek Prabowo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Tim Riset Arsip Belanda

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:49:31 WIB
Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional. (Foto: NET)

JAKARTA - Usaha mengajukan Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional terus dijalankan Yayasan Serulingmas bersama kelompok akademisi. 

Buat memperkuat bukti sejarah mengenai riwayat hidup serta sumbangsih RM Margono, kelompok pengusul bahkan berniat melaksanakan riset arsip sampai ke Belanda. RM Margono merupakan kakek Presiden Prabowo Subianto. Beliau lahir di Purwokerto, Banyumas, pada 16 Mei 1894 dan wafat di Jakarta pada 25 Juli 1978.

Pimpinan Utama Serulingmas Wisnu Suhardono menyampaikan pihaknya telah lebih dari 1,5 tahun mempersiapkan berkas pengajuan gelar Pahlawan Nasional tersebut. 

"Acara hari ini juga dalam rangka mengusulkan agar RM Margono jadi pahlawan nasional. Sudah 1,5 tahun lebih berupaya mengusulkan," ujar Wisnu dalam kegiatan doa bersama di makam RM Margono di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Minggu (23/8/2026).

Riset ke Belanda dilaksanakan buat melengkapi penelusuran mengenai riwayat RM Margono sewaktu menunaikan tugas profesional di negara itu. Berdasarkan keterangan Wisnu, kelompok pengusul bakal mendatangi langsung ke Belanda guna melacak dokumen yang berhubungan dengan perjalanan hidup RM Margono. 

"Termasuk tim juga akan datang ke Belanda selama almarhum bekerja di Belanda," kata Wisnu.

Pencarian arsip antarnegara tersebut menjadi bagian dari usaha memperkuat pendokumentasian sejarah sebelum berkas pengusulan Pahlawan Nasional diserahkan. Kelompok tidak cuma mengandalkan dokumen yang sudah dikumpulkan di dalam negeri, tetapi juga berupaya memvalidasi jejak sejarah RM Margono dari sumber arsip internasional.

Usaha memperkuat bukti sejarah turut dijalankan lewat kerja sama bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri (FEB UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kemitraan tersebut diarahkan guna memperkuat validasi naskah akademik pengusulan RM Margono sebagai Pahlawan Nasional.

Pemimpin FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Ibnu Qizam, menyampaikan penelitian bakal dilaksanakan lewat dua kelompok kerja, yakni kelompok peneliti serta kelompok kajian akademis. Pembagian tersebut dijalankan supaya perjalanan hidup, gagasan, serta sumbangsih RM Margono bisa dikaji secara menyeluruh. 

"Perjalanan sejarah RM Margono harus dilihat secara utuh dan berkesinambungan," ujar Ibnu setelah pertemuan koordinasi di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Berdasarkan pandangan Ibnu, pengajuan gelar Pahlawan Nasional tidak cukup cuma menghimpun bukti sejarah. Hasil penelitian pun perlu dikomunikasikan kepada masyarakat lewat publikasi serta diseminasi ilmiah supaya sumbangsih tokoh yang diajukan dapat dipahami secara lebih luas. 

"Ini penting untuk memberikan kemantapan agar usulan kami dapat diterima dengan baik oleh Pemerintah Pusat," tegasnya.

Sebelum melaksanakan riset ke luar negeri, kelompok akademisi telah mengawali pelacakan bermacam arsip di Indonesia. Peneliti kelompok kajian UIN Jakarta, Dr Titik Nurhayati, menyampaikan tahapan awal difokuskan pada pengumpulan data primer dan sekunder dari sejumlah lembaga arsip.

Di antaranya Perpustakaan Nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), KITLV Jakarta, serta arsip historis BNI. 

"Langkah ini dilakukan untuk menginventarisasi surat kabar sezaman, dokumen biografi ilmiah, serta catatan perjalanan beliau sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan," terang Titik.

Pencarian turut dijalankan lewat verifikasi data lapangan di sejumlah kawasan, yakni Madiun, Malang, Cilacap, hingga Banyumas. Rangkaian penelitian tersebut ditargetkan memunculkan rekonstruksi biografi RM Margono secara utuh sekaligus matriks kelayakan sesuai ketentuan undang-undang.

Serulingmas menggandeng akademisi agar pengajuan RM Margono tidak cuma didasarkan pada aspirasi masyarakat, tetapi juga mempunyai landasan penelitian yang kokoh. Wisnu menyampaikan ketepatan dan objektivitas naskah akademik menjadi perhatian dalam proses tersebut. 

"Kami mengundang tim UIN Jakarta karena pengusulan RM Margono ini berawal dari Serulingmas. Kami menggandeng teman-teman yang mempunyai keahlian khusus untuk membuat pengusulan ini," papar Wisnu.

Beliau berharap pengkajian yang dijalankan bisa memunculkan dokumen pengusulan dengan landasan historis, akademik, serta metodologi yang kokoh. Targetnya, penyempurnaan naskah akademik itu bisa tuntas sebelum November 2026. 

"Target kami adalah penyempurnaan naskah akademik ini selesai sebelum November," ucap Wisnu.

Memakai riset arsip di dalam dan luar negeri, kelompok pengusul mengharapkan perjalanan hidup serta sumbangsih RM Margono bisa terdokumentasi secara lebih utuh sebagai bagian dari tahapan pengajuan gelar Pahlawan Nasional.

Terkini