Tarif Awal Flat Rp5.000, LRT Manggarai-Kelapa Gading Melaju 26 Agustus

Senin, 24 Agustus 2026 | 18:28:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: NET)

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mematok tarif flat Rp5.000 untuk perjalanan LRT rute Manggarai—Kelapa Gading pada awal masa operasional. Pramono menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih mengkaji besaran tarif resmi untuk LRT yang melintasi 11 stasiun dari Kelapa Gading ke Manggarai tersebut. 

“Jadi untuk sementara sampai dengan Oktober nanti tarifnya masih menggunakan tarif flat yang ada sekarang ini, Rp5.000 per transportasinya,” ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun LRT Manggarai, Senin (24/8/2026). 

Dirinya berharap tarif resmi LRT Jakarta tersebut dapat diumumkan pada Oktober mendatang. 

“Mudah-mudahan bulan Oktober sudah dapat diputuskan berapa tarif yang akan diberlakukan di LRT Jakarta secara keseluruhan,” tambahnya. 

Pramono juga mempertimbangkan tarif khusus pada masa awal operasional, tetapi belum dapat disampaikan keputusannya. Maklum, saat ini, LRT Kelapa Gading—Velodrome berlaku tarif seharga Rp5.000 sudah termasuk subsidi dari pemerintah alias public service obligation (PSO). 

Sementara tarif riil tanpa subsidi mencapai Rp160.000 per penumpang per perjalanan. Di samping itu, Pramono menyebutkan bahwa sejatinya proyek LRT Jakarta hingga Manggarai ini telah rampung seluruhnya alias 100%. Peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto memang dijadwalkan pada 26 Agustus 2026.

Menjelang peresmian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan terus melakukan tahapan pengujian dan pengecekan operasional perpanjangan rute tersebut. 

“Kami mengusulkan tanggal 26 Agustus. Waktunya tentunya mengikuti waktu Bapak Presiden Prabowo Subianto, apakah pagi ataupun sore ataupun hari lain. Karena memang sekarang ini sedang melakukan penanganan berkaitan dengan kebakaran hutan dan juga gempa yang ada di NTT,” tambahnya. 

Adapun, LRT Kelapa Gading—Manggarai yang menghabiskan anggaran Rp12,1 triliun ini terbentang sepanjang 12,2 kilometer dan 11 stasiun. Rute ini diyakini bakal memecah kemacetan di Jakarta Selatan, Timur, hingga Utara. 

Setiap trainset LRT Jakarta terdiri atas dua gerbong yang dapat mengangkut sekitar 273 penumpang dengan rata-rata kecepatan 50 km/jam. Berbeda dengan KRL maupun LRT Jabodebek, kereta LRT Jakarta berasal dari Korea Selatan.

Terkini