Afriansyah Noor Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pelatihan SDM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:01:09 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan [FOTO: NET].

JAKARTA - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor memegang peranan krusial guna memperluas jangkauan pelatihan sekaligus menjamin keterampilan yang disalurkan selaras dengan dinamika kebutuhan pasar kerja.

“Sinergi ini memperluas jangkauan pelatihan dan memastikan bahwa keterampilan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Jumat. (21/8/2026).

Bentuk kolaborasi lintas sektor tersebut salah satunya diwujudkan lewat pelatihan berbasis kompetensi (PBK) yang diselaraskan dengan kebutuhan dunia kerja, yang digelar oleh Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Medan, Sumatera Utara.

“Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan menggandeng pemerintah daerah, dunia industri, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra,” ujar Afriansyah.

Lebih jauh, Wamenaker Afriansyah turut mengimbau para peserta pelatihan agar memaksimalkan momentum ini sebagai sarana memperkokoh keterampilan yang diperlukan sewaktu mengarungi dunia kerja.

“Serap ilmu sungguh-sungguh, karena keterampilan yang Anda peroleh di sini adalah bekal berharga untuk masa depan,” kata dia.

Pada agenda itu, Afriansyah sekaligus menutup program pelatihan housekeeping yang diselenggarakan BBPVP Medan lewat kerja sama bersama Yayasan PLAN International Indonesia, dengan merangkul peserta dari kelompok penyandang disabilitas.

Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang telah menuntaskan pelatihan serta memacu mereka untuk senantiasa mengasah kompetensi dan kepercayaan diri.

Adapun program pelatihan berbasis kompetensi yang dijalankan BBPVP Medan meliputi beragam bidang, di antaranya pariwisata, bisnis dan manajemen, smart supply chain, hingga teknologi informasi dan komunikasi.

“Melalui pelatihan tersebut, Kemnaker terus memperkuat kompetensi tenaga kerja agar keterampilan yang dimiliki semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri,” kata Wamenaker.

Terkini