Dampak Gempa M7,7 di Nagekeo, Kepala BNPB dan Menko PMK Segera Meluncur

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:00:32 WIB
Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto. (Foto: NET)

JAKARTA - Pimpinan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno segera berangkat ke Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), zona yang terdampak lindu berkekuatan magnitudo 7,7, Sabtu.

"Kepala BNPB juga mengarahkan dukungan satu unit helikopter untuk membantu mobilisasi logistik dan mendukung kebutuhan operasional penanganan darurat, termasuk kemungkinan evakuasi apabila diperlukan. Dukungan udara ini menjadi penting mengingat karakteristik wilayah NTT yang terdiri atas banyak pulau dan memiliki tantangan akses antardaerah," ucap Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Berton menuturkan guna mempercepat proses penanggulangan, BNPB langsung mengirimkan regu penanganan darurat untuk membantu pemerintah setempat dalam melaksanakan kaji cepat, evakuasi korban, pendataan kerusakan, serta pemenuhan keperluan penduduk terdampak. 

Bantuan logistik dan peralatan pun turut disiapkan demi memperkuat upaya penanganan di lokasi kejadian.

Merujuk pada hasil pemutakhiran serta validasi informasi di lapangan sampai pukul 08.00 WIB, dilaporkan seorang individu meninggal dunia dan empat orang menderita luka-luka akibat guncangan gempa bumi. 

Korban tewas ialah penduduk Kabupaten Sikka, sementara korban cedera terpantau di Kabupaten Sikka serta Kabupaten Nagekeo.

"Sebelumnya, dalam laporan awal disebutkan terdapat dua korban meninggal dunia. Namun, setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh petugas di lapangan, data tersebut diperbarui menjadi satu orang meninggal dunia," ujar dia.

Di sisi lain, sekitar 2.000 penduduk di Kabupaten Nagekeo melaksanakan evakuasi mandiri sebagai tindakan antisipasi pascagempa dan adanya peringatan dini tsunami. Sementara itu, di Kota Bima terpantau satu kepala keluarga atau enam jiwa terkena dampak. 

Rincian kerusakan sementara yang telah diidentifikasi mencakup dua hunian rusak berat, satu hunian rusak sedang, dua hunian rusak ringan, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas publik rusak ringan, serta enam kantor pemerintah terdampak.

"Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait," ucap Berton.

Terkini