Strategi Elektrifikasi Armada DayTrans WEHA Demi Menekan Biaya Operasional

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:29:01 WIB
PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA - PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk. mulai menggalakkan taktik elektrifikasi armada pada paruh kedua tahun ini di tengah himpitan laba bersih sepanjang semester awal.

WEHA membukukan laba bersih Rp11,7 miliar, merosot 14% dibandingkan Rp13,6 miliar pada Semester I/2025. Margin laba bersih tercatat sebesar 7,0%, dibandingkan dengan 8,9% pada Semester I/2025.

Direktur Utama WEHA Andrianto Putera Tirtawisata memperkirakan penggunaan kendaraan listrik di lini usaha intercity shuttle DayTrans berpotensi memberikan efisiensi biaya operasional sekitar 10%.

“Untuk lini bisnis intercity shuttle DayTrans, penggunaan kendaraan EV diperkirakan dapat memberikan efisiensi biaya operasional sekitar 10%,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (12/8/2026).

Direktur DayTrans Yosepha Melani Darmawan mengemukakan perseroan mengambil langkah transformasi dengan mulai memanfaatkan kendaraan listrik Farizon SuperVan sebagai bagian dari transisi energinya dari bahan bakar minyak menuju listrik secara bertahap serta terukur.

Sebagai langkah awal elektrifikasi, Daytrans telah mengerahkan delapan armada Farizon SuperVan yang dioperasikan sejak 10 Agustus 2026.

Meskipun demikian, WEHA belum menetapkan jumlah armada EV yang bakal ditambahkan hingga penghujung 2026. Perseroan masih akan melihat hasil uji coba dan mengevaluasi efektivitas dari berbagai aspek sebelum menentukan ekspansi kendaraan listrik lebih lanjut.

“Terkait rencana penambahan armada EV hingga akhir tahun, saat ini Perseroan belum dapat menyampaikan jumlah unit yang akan disiapkan. Kami masih akan melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan kendaraan listrik, baik dari sisi operasional, efisiensi biaya, maupun kesesuaiannya dengan kebutuhan layanan,” ujar Yosepha.

Direktur Finance & Accounting WEHA Edgar Surjadi menuturkan inisiatif tersebut bakal dievaluasi sebagai salah satu opsi untuk meredam penggunaan bahan bakar minyak serta mendongkrak efisiensi operasional.

Langkah elektrifikasi menjadi semakin strategis bagi WEHA seiring dengan pertumbuhan bisnis transportasi yang tetap terjaga, tetapi dibayangi tekanan biaya.

Pada Semester I/2026, WEHA mengantongi pendapatan bersih Rp168,7 miliar, menanjak 10,6% dibandingkan Rp152,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan terutama ditopang bisnis angkutan antar kota yang mencatatkan kenaikan pendapatan 16,7%. Segmen tersebut menyumbang sekitar 94,4% dari total kenaikan pendapatan konsolidasian perseroan.

Sementara itu, segmen angkutan penumpang tumbuh 2,9%, sedangkan pendapatan lain-lain merosot 15,1%.

Kenaikan pendapatan tersebut turut mendongkrak laba bruto WEHA naik 13,9% menjadi Rp60,6 miliar. Margin laba bruto juga meningkat menjadi 35,9% dari 34,9% pada Semester I/2025.

Namun, lonjakan beban usaha sebesar 18,9% membatasi ekspansi laba operasi. Laba usaha hanya tumbuh 3,6% menjadi Rp18,1 miliar, sedangkan EBITDA naik 3,9% menjadi Rp47,7 miliar.

Tekanan lebih besar terjadi pada laba bersih. WEHA mencatat laba bersih Rp11,7 miliar, turun 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba bersih terutama dipengaruhi lonjakan beban lain-lain bersih menjadi Rp3,2 miliar dari sekitar Rp30 juta pada Semester I/2025, seiring lebih rendahnya keuntungan dari pelepasan aset tetap.

"Kami akan terus memperkuat kualitas layanan dan keandalan operasional, sekaligus menjaga pengelolaan biaya agar pertumbuhan bisnis dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan,” imbuh Edgar.

Di samping mengembangkan EV, WEHA tetap optimistis terhadap prospek usaha ke depan. Andrianto menyampaikan perseroan masih mempunyai ruang untuk tumbuh, meski manajemen belum menetapkan target ekspansi secara spesifik.

“Untuk prospek kinerja WEHA ke depan, kami tetap optimistis Perseroan masih memiliki ruang untuk bertumbuh. Namun, pada saat ini kami belum dapat memastikan target pertumbuhan secara spesifik dalam persentase,” ujarnya.

Pada Semester II/2026, DayTrans juga bakal mengoptimalkan rute yang telah berjalan sekaligus merintis rute-rute strategis sesuai potensi pasar.

Di lini usaha penyewaan bus pariwisata White Horse, WEHA bakal memprioritaskan proyek kerja sama jangka panjang untuk menyediakan layanan shuttle bagi pelanggan korporasi serta institusi.

Sementara itu, Explorer.ID bakal memperkuat penawaran paket private trip untuk keperluan outing dan gathering perusahaan guna memperluas basis pelanggan korporasi.

Terkini