Pertamina Lubricants Tegaskan Ekspansi Pasar Ekspor Pelumas Menembus 16 Negara Di Dunia

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25:32 WIB
Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pertamina Lubricants menyatakan bahwa pasar ekspor pelumas produksi lokal telah menembus 16 negara di kawasan Asia, Afrika, serta Australia sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan pasar internasional.

"Dan pasar yang menjadi sasaran pelumas Pertamina tidak hanya domestik, tapi kami juga juga merambah ke pasar mancanegara. Kami sudah merambah ke mencapai ke 16 negara untuk saat ini," ucap Corporate Secretary Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi pada kegiatan media visit Production Unit Jakarta, hari Rabu 12/8/2026).

Pertamina Lubricants mengoperasikan Production Unit Jakarta sebagai salah satu pusat pembuatan pelumas yang dikelola perseroan guna mencukupi keperluan pasar dalam negeri maupun global.

Rika menerangkan bahwa kegiatan usaha Pertamina tidak hanya berfokus pada sektor bahan bakar minyak serta LPG, melainkan turut mengembangkan bisnis pelumas bagi kendaraan dan berbagai keperluan sektor industri.

Di ranah industri pelumas, Pertamina Lubricants bersaing dengan ratusan merk yang beredar di wilayah Indonesia. Persaingan tersebut dinilai sangat ketat dengan lebih dari 200 merk yang telah terdaftar di pasaran nasional.

Untuk menjaga daya saing, Pertamina Lubricants mengandalkan hasil pembuatan dari fasilitas yang dimiliki sendiri supaya mutu barang bisa diawasi secara langsung sejak tahap manufaktur.

Secara nasional, korporasi mempunyai tiga pabrik pelumas yang bertempat di Jakarta, Gresik, serta Cilacap sebagai sentra produksi untuk mencukupi permintaan pasaran.

Production Unit Jakarta menjadi fasilitas pembuatan terbesar kepunyaan Pertamina Lubricants dengan kapasitas mencapai 270.000 kiloliter pelumas setiap tahun. Sementara dari ketiga pabrik total produksi menyentuh 470.000 kiloliter per tahun.

Korporasi pun menerapkan sistem pembuatan yang didominasi mekanisme otomatis dengan sokongan teknologi mutakhir guna mendongkrak efisiensi, memelihara kestabilan mutu, serta menunjang kapasitas produksi yang besar.

Manager Production Pertamina Lubricants Unit Jakarta, Dody Arief Aditya menambahkan jumlah pengiriman ekspor pelumas korporasi mencapai sekitar 11.000 kiloliter tiap tahun atau menyumbang sekitar 3 persen terhadap keseluruhan penjualan.

“Sekitar 11.000 KL untuk ekspor per tahunnya,” ujar Dody.

Beliau menuturkan, pemanfaatan teknologi mutakhir di sarana produksi menjadi salah satu elemen krusial guna menopang perluasan pasar internasional. Proses pembuatan, mulai dari pencampuran bahan hingga pengisian wadah, telah memakai sistem otomatisasi.

“Teknologi yang modern ini yang pertama akan menjamin kualitas produk yang kami produksi. Dengan teknologi yang serba otomatis itu, tingkat akurasi proses produksi kami, kontaminasi produk, itu bisa kami cegah,” jelasnya.

Menurut Dody, otomatisasi pun menjadikan kapasitas produksi menjadi lebih besar apabila dibandingkan cara konvensional. Saat ini, kapasitas produksi pelumas menggapai 270 juta liter, sedangkan produk grease menggapai 8.000 metrik ton.

“Harapan kami produk-produk yang kami produksi itu secara kualitas dijamin stabil dan kami menerapkan berbagai standar testing dan metode uji kualitas skala internasional di Production Unit Jakarta,” katanya.

Walaupun mengadopsi teknologi mutakhir, Dody menyebutkan proses pembuatan di PUJ belum sepenuhnya memakai kecerdasan buatan. Sistem yang dipakai saat ini masih berbasis otomatisasi dengan formula pembuatan yang telah terpadu.

“Prosesnya masih semi konvensional. Jadi katakanlah misalkan proses blending, saat ini kami tinggal panggil saja formulanya, kemudian tentukan mau di-blending di mana, jumlahnya berapa, maka semuanya sudah dilakukan secara otomatis,” beber Dody.

Adapun korporasi mencatat barang yang diekspor mencakup sektor otomotif lewat merk Fastron dan Enduro, serta pelumas untuk keperluan industri seperti hidrolik, transmisi, perkapalan, dan berbagai pemakaian lainnya.

Di dalam pemaparannya, korporasi menerangkan jaringan ekspor tersebut terus tumbuh semenjak 2007 dengan Korea sebagai pasar perdana, kemudian diperluas ke Bangladesh, Afrika Selatan, China, Myanmar.

Di samping itu, Vietnam, Thailand, Nigeria, Yaman, Timor Leste, Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Filipina, sampai Tanzania yang menjadi negara sasaran ekspor teranyar semenjak 2024.

Di luar memperluas pasar ekspor, Pertamina Lubricants pun memperkuat eksistensi global lewat satu sarana produksi, satu kantor cabang, kantor perwakilan di Sydney, Australia, serta pusat distribusi di Thailand yang melayani kawasan Indocina.

Langkah tersebut dijalankan guna menaikkan daya saing barang pelumas nasional sekaligus memperluas jangkauan pasaran global.

Terkini