Perilaku Konsumen Otomotif Kini Beli Mobil Listrik Mirip Beli Ponsel

Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:54:31 WIB
VinFast VF 3. (Foto: NET)

JAKARTA - Perubahan kebiasaan para pembeli kendaraan bermotor di Tanah Air saat ini tidak sekadar berfokus pada persoalan lingkungan yang asri atau hematnya penggunaan BBM, melainkan juga berlimpahnya keunggulan teknologi yang disediakan oleh pihak produsen. 

Pengamat otomotif Yannes Martinus berpendapat bahwa gejala penetapan moda transportasi oleh para pembeli zaman sekarang sangat menyerupai tabiat mental masyarakat saat hendak memiliki telepon genggam pintar (smartphone). 

"Fitur itu penting. Kalau kayak smartphone kami deh, fiturnya banyak banget. Kami pakai semua enggak? Belum tentu. Tapi kami enggak akan mau beli smartphone kalau fiturnya cuma sedikit. Walaupun enggak dipakai, secara psikologis kami merasa penting untuk punya," ujar Yannes di GIIAS 2026 belum lama ini.

Yannes memaparkan bahwa arus psikologi tersebut merupakan rintangan raksasa bagi para pengendali pangsa pasar mobil standar bermesin pembakaran internal (ICE). 

Industri lawas dianggap cenderung menjaga teknik lama dengan perbaikan kecil, tetapi secara rutin meningkatkan banderol harga 5 hingga 7 persen per tahun. 

Di sisi lain, para pembeli level menengah pada kisaran harga Rp 100 juta sampai Rp 400 jutaan kini semakin skeptis serta malas meminang mobil jika tidak dilengkapi dengan kelengkapan yang cukup.

"Mobil dengan harga menengah yang fiturnya kurang pasti ditinggalin. Desain keren saja sekarang semua sudah keren, teknologi canggih semua sudah canggih. Sekarang mobil listrik di range harga terjangkau justru datang dengan fitur melimpah, bahkan ada yang bisa parkir sendiri," kata Yannes.

Mencermati pergantian tersebut, aksi perusahaan asal Vietnam, VinFast, yang aktif membawa deretan moda transportasi listriknya ke Indonesia dianggap selaras dengan pergeseran selera para pembeli. 

Produk VinFast pada kategori terjangkau seperti VF 3 dan VF 5 hadir membawa paket keunggulan keselamatan, kenyamanan, serta sistem informasi hiburan modern yang dikategorikan padat di kelasnya.

Kelengkapan kecanggihan ini memberikan poin lebih yang jarang ditemui pada kendaraan bensin standar dalam rentang harga setara. Keberanian pihak pendatang baru dalam membungkus teknologi mutakhir ke dalam kendaraan bermodal terjangkau dianggap Yannes sukses membuka ranah kompetisi baru di luar kekuasaan jenama-jenama tua. 

"Sekarang standar konsumen sudah berubah. Dengan banyaknya pilihan mobil listrik terjangkau yang fiturnya padat, pasar tidak lagi dikunci oleh penguasa lama. Konsumen akan memilih brand yang bisa memberikan experience dan kelengkapan terbaik untuk uang yang mereka keluarkan," pungkasnya.

Terkini