Cadangan Devisa RI Akhir 2026 Diprediksi Capai US$ 142 Miliar-US$ 146 Miliar

Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:52:01 WIB
Kepala Ekonom BCA David Sumual. (Foto: NET)

JAKARTA - Cadangan devisa Nusantara diprediksi bakal tetap berada dalam keadaan cukup tenang sampai penghujung 2026, walaupun terdapat bermacam hambatan yang sanggup memberi desakan terhadap angka cadangan devisa tersebut. 

Kepala Ekonom BCA David Sumual memprediksi cadangan devisa Nusantara saat penghujung tahun ini bakal bertengger pada rentang US$ 142 miliar-US$ 146 miliar. Angka ramalan ini lebih kecil dari cadangan devisa saat penghujung 2025 yang mencapai US$ 156,5 miliar.

"Masih stabil US$142 miliar-US$146 miliar (akhir 2026)," ujar David, Jumat (7/8/2026).

Sebagai keterangan, angka cadangan devisa Nusantara saat penghujung Juli 2026 terdokumentasi sebanyak US$ 145,3 miliar, menyusut sedikit jika dibandingkan angka bulan sebelumnya yang menyentuh US$ 145,6 miliar. 

David menyebutkan, terdapat berbagai hambatan yang harus diantisipasi karena mampu memberi desakan terhadap angka cadangan devisa Nusantara di masa mendatang. Salah satunya merupakan langkah bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish. 

Selain itu, kenaikan kredit dalam negeri yang tergolong menguat juga menjadi salah satu elemen yang harus dicermati. Ancaman lainnya muncul dari perkembangan neraca dagang Nusantara. Tren defisit dagang. 

Sebagaimana diketahui, neraca dagang Nusantara berubah menjadi defisit pada Mei dan Juni 2026, setelah mencatatkan surplus selama 72 bulan berturut-turut. 

Di sisi lain, potensi rating outlook Nusantara pun menjadi sorotan karena sanggup berdampak pada pandangan investor mengenai kondisi ekonomi serta kesanggupan Nusantara dalam mempertahankan stabilitas eksternal.

Terkini