SILO Bukukan Laba Bersih Rp580 Miliar, Tumbuh 27% di Semester I

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:04:01 WIB
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten jaringan pengelola rumah sakit terkemuka RS Siloam, yakni PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) sukses mencatatkan performa kinerja bisnis yang solid sepanjang rentang waktu periode bulan Januari hingga Juni 2026. Besaran perolehan laba bersih yang dibukukan oleh pihak perseroan terpantau mengalami kenaikan sebesar 27,11% secara tahunan pada paruh pertama tahun ini.

Merujuk pada catatan laporan keuangan resmi milik perseroan, SILO membukukan total angka pendapatan senilai Rp6,76 triliun sepanjang kurun waktu 6 bulan pertama tahun 2026.

Realisasi pencapaian tersebut merefleksikan adanya tingkat pertumbuhan atau kenaikan sebesar 10,78% year-on-year (YoY) apabila dikomparasikan dengan perolehan pada periode serupa tahun 2025 yang kala itu mencatatkan angka sebesar Rp6,10 triliun.

Berdasarkan tinjauan sebaran segmen operasionalnya, kontribusi pemasukan pendapatan terbesar bagi Siloam masih disumbangkan oleh unit Siloam Hospital Lippo Village yang membukukan pendapatan sebesar Rp815,13 miliar, kemudian disusul oleh unit Siloam Hospital Kebon Jeruk dengan nilai pencapaian senilai Rp615,81 miliar, serta MRCCC yang mencatatkan angka Rp778,48 miliar.

Sementara itu dari wilayah operasional di luar Pulau Jawa, Siloam Hospital Medan berhasil mencatatkan total pendapatan senilai Rp243,31 miliar, Siloam Hospital Makassar membukukan nilai sebesar Rp275,59 miliar, Siloam Hospital Palembang meraih angka Rp320,97 miliar, serta Siloam Hospital Denpasar menyumbangkan pemasukan sebesar Rp296,64 miliar.

Seirama dengan tren kenaikan angka pendapatan total perseroan, pihak Siloam turut mencatatkan pembengkakan pada pos beban pokok pendapatan yang meningkat hingga menyentuh angka Rp4,18 triliun sepanjang kurun waktu paruh pertama 6 bulan tahun 2026.

Kendati demikian, setelah dikalkulasikan dengan pengurangan berbagai komponen beban operasional serta tanggungan beban pajak, pihak SILO tetap mampu membukukan perolehan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau biasa disebut laba bersih, yang tercatat mengalami lonjakan sebesar 27,11% secara YoY dari posisi sebelumnya sebesar Rp456,82 miliar menjadi Rp580,68 miliar pada penutupan periode semester I/2026.

Bergeser pada tinjauan struktur neraca keuangan perusahaan, Siloam membukukan total akumulasi aset yang bertumbuh dari posisi Rp14,49 triliun pada akhir Desember 2025 menjadi sebesar Rp15,83 triliun pada penghujung bulan Juni 2026.

Di sisi lain, pihak perseroan juga mencatatkan total kewajiban liabilitas yang mengalami peningkatan menjadi sebesar Rp5,28 triliun per Juni 2026, dengan jumlah perolehan total ekuitas yang turut terkerek naik menjadi sebesar Rp10,54 triliun pada kurun waktu periode yang sama.

Terkini