Pendapatan Daerah Sumbar Sentuh Rp12,75 Triliun pada Semester I/2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47:31 WIB
Pendapatan Daerah di Sumbar Mencapai Rp12,75 Triliun Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatra Barat mempublikasikan catatan realisasi angka pendapatan daerah di kawasan tersebut yang berhasil menyentuh angka Rp12,75 triliun hingga berakhirnya periode semester I/2026.

Kepala Kanwil DJPb Sumbar Mohammad Dody Fachrudin menerangkan bahwa total perolehan pendapatan daerah tersebut merupakan akumulasi gabungan maupun konsolidasi dari 20 instansi pemerintah daerah, yang terdiri atas 19 pemerintah kabupaten dan kota serta satu entitas pemerintah provinsi.

"Dari realisasi itu capaiannya 47,63% dari target 2026 sebesar Rp26,78 triliun," katanya, Jumat (31/7/2026).

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa jika dihitung secara nominal, perolehan pendapatan daerah tersebut mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 22,46% secara tahunan (year-on-year/yoy) apabila dikomparasikan dengan rentang masa yang serupa pada tahun 2025 lalu.

Dody menguraikan bahwa tren kenaikan itu utamanya disokong oleh komponen pendapatan dana transfer yang melesat naik hingga 25,53% (yoy), di mana porsi pendapatan dana transfer ini masih memegang peranan dominan dalam menopang struktur pendapatan daerah dengan tingkat kontribusi mencapai 78,69%.

Di sisi lain, tercatat pula realisasi angka penyerapan belanja daerah sepanjang rentang bulan Januari hingga Juni 2026 yang menembus angka Rp10,15 triliun, atau setara dengan porsi 36,47% dari total pagu anggaran tahun 2026 yang dipatok senilai Rp27,85 triliun.

Secara nominal, sambung Dody, pos belanja daerah turut mencatatkan tren kenaikan sebesar 8,28% (yoy) jika dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada tahun sebelumnya, di mana lonjakan tersebut paling besar dipicu oleh peningkatan pada pos belanja operasi yang bertambah sebesar 13,02% (yoy).

Dody juga menyatakan bahwa arah kebijakan fiskal tahun 2026 difokuskan secara khusus untuk menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi daerah yang bersifat inklusif, berkeadilan, serta berkesinambungan.

"Jadi fokus utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ketahanan pangan dan energi, serta pemberdayaan ekonomi rakyat," tutupnya.

Menilik dari catatan kinerja tersebut, performa makroekonomi wilayah Sumatra Barat sepanjang triwulan I/2026 menunjukkan tren perkembangan yang positif. Laju tingkat pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan I/2026 berada di level 5,02% (yoy), sedikit berada di bawah capaian angka pertumbuhan ekonomi nasional yang menyentuh 5,61% (yoy).

Sektor lapangan usaha yang mencatatkan rekor pertumbuhan paling signifikan didominasi oleh bidang penyediaan akomodasi serta makan dan minum yang melompat hingga 17,77%, disusul oleh kategori sektor jasa lainnya sebesar 9,10%, serta sektor jasa keuangan yang tumbuh di angka 7,94%.

Sementara itu, apabila dihitung secara basis kuartalan (q-to-q), struktur perekonomian Sumbar pada triwulan I-2026 juga mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,15% jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yang mana angka tersebut tercatat jauh lebih tinggi ketimbang kondisi perekonomian nasional secara keseluruhan yang justru mengalami fase kontraksi sebesar 0,77% (q-to-q).

Terkini