Presiden Prabowo Ingatkan Potensi Perang Ukraina Lampaui PD II

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:09:01 WIB
Prabowo Soroti Geopolitik Global: Perang Ukraina Lebih Lama dari PD II [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi kondisi geopolitik yang semakin tidak menentu akibat eskalasi konflik bersenjata di berbagai belahan bumi. Bahkan, menurut pandangannya, perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berkecamuk sejak tahun 2022 berpotensi melampaui durasi masa Perang Dunia II jika situasi tersebut terus berlanjut.

Pesan tersebut disampaikan oleh Prabowo ketika memberikan arahan kepada jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia baik pusat maupun daerah di Istana Negara, Jakarta, pada hari Jumat (31/7/2026).

Kepala Negara menyatakan bahwa pihak pemerintah sebenarnya telah melakukan antisipasi terhadap perburukan situasi geopolitik global sejak jauh-jauh hari. Ia mengaku sudah berulang kali mengingatkan berbagai pihak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh konflik internasional terhadap stabilitas ekonomi maupun keamanan global.

“Kami masih menghadapi yang saya waktu pertemuan-pertemuan pertama kami di awal pemerintahan saya saudara datang ke saya pun saya sudah di mana-mana saya sudah warning, bahkan sebelumnya pun saya sudah warning, hati-hati situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan, sangat-sangat rawan. Di mana-mana terjadi perang dahsyat,” kata Prabowo.

Secara spesifik, Prabowo membandingkan rentang waktu konflik Rusia-Ukraina dengan dua peristiwa perang besar yang pernah tercatat dalam sejarah dunia. Menurutnya, pertempuran di benua Eropa tersebut durasinya telah melewati Perang Dunia I dan berpotensi besar menyaingi lamanya Perang Dunia II.

“Di, di kontinen di benua Eropa perang besar. Perang besar ini di Ukraina ini sudah lebih lama dari Perang Dunia Pertama. Ah ini mungkin akan lebih lama dari Perang Dunia Kedua, ucapnya”

Ia lantas memaparkan bahwa Perang Dunia II berlangsung kurang lebih selama empat setengah hingga lima tahun, sementara krisis di Ukraina kini sudah menginjak tahun kelima sejak meletus pada 2022 silam.

“Perang Dunia Kedua mulai September 1939 habis itu 40, 41, 42, 43 habis itu pertengahan Mei 45, jadi 5 tahun atau 4, 4 tahun setengah. Perang Ukraina mulai tahun 22 ya, 22, 23, 24, 25 sudah masuk 26. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia Kedua juga,” ujarnya.

Prabowo memandang bahwa konfrontasi militer tersebut tidak hanya merenggut korban jiwa dalam jumlah yang sangat masif, tetapi juga memicu disrupsi ekonomi yang dampaknya dirasakan oleh hampir seluruh negara di dunia. Berdasarkan analisisnya, krisis di satu wilayah tertentu terbukti sanggup mengguncang harga pangan, energi, hingga jalur rantai pasok global.

“Jutaan sudah korban, dan kami baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kami punya pengaruh ke mana-mana, kepada harga pangan, harga BBM dan sebagainya,” katanya.

Di samping menyoroti perang Rusia-Ukraina, Presiden turut menyinggung berbagai titik konflik lain yang belum mereda, seperti di Gaza, Lebanon, kawasan Timur Tengah, serta eskalasi ketegangan yang kian meningkat di Selat Hormuz. Ia mengingatkan bahwa potensi ancaman penggunaan senjata nuklir tidak boleh dianggap sebagai hal yang sepele.

Sementara di lingkup regional Asia Tenggara, Prabowo juga memberikan perhatian khusus pada krisis di Myanmar serta gesekan hubungan antara Thailand dan Kamboja. Menurutnya, ragam persoalan konflik tersebut harus senantiasa didorong penyelesaiannya melalui koridor damai serta pendekatan diplomasi.

Pada momentum yang sama, Prabowo menegaskan kembali prinsip dasar politik luar negeri Indonesia yang tetap konsisten memegang teguh garis bebas aktif serta tidak memihak pada aliansi blok militer mana pun. Ia menegaskan bahwa Indonesia senantiasa memilih untuk merajut persahabatan dengan semua negara.

“Politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangganya yang baik, the good neighbor. Our policy is the policy of the good neighbor, we want to be a good neighbor,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya mengokohkan jalinan kerja sama dengan negara-negara tetangga melalui sarana dialog serta langkah rekonsiliasi, termasuk dalam menuntaskan bermacam dinamika permasalahan bilateral.

“Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kami. Saya berusaha untuk rekonsiliasi, saya berusaha untuk memberi pendekatan,” papar Prabowo.

Terkini