Sistem Terintegrasi Puskesmas Malang Akan Dibawa ke Ranah Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:46:31 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus. (Foto: NET)

JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan kesiapannya untuk menduplikasi sistem pelayanan terintegrasi milik Puskesmas Cisadea yang berlokasi di Jalan Indragiri, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, agar dapat diimplementasikan dalam skala nasional.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus setelah mengecek langsung pelayanan di Puskesmas Cisadea, Kamis, menyampaikan bahwa sistem yang terintegrasi tersebut sanggup mempercepat tindakan pelacakan persebaran penyakit pada tiap-tiap area di sekitar lingkungan puskesmas tersebut.

"Tadi saya kaget bahwa di Kota Malang (sistem layanan puskesmas) sudah terintegrasi, jadi orang yang akan datang kasusnya bisa diketahui dari wilayah mana, daerah penularan tinggi apa tidak. Ini yang ingin kami adopsi untuk program nasional," ucap Wamenkes Benjamin.

Bagi Wamenkes Benjamin, pusat kesehatan masyarakat di tanah air sebenarnya telah banyak membenahi mutu pelayanan mereka, namun implementasi yang berjalan di Kota Malang ini menjadi terobosan paling baik yang pernah dijumpai olehnya.

"Beberapa wilayah di Indonesia bagus, tapi kalau di Kota Malang ini luar biasa bagus," kata Wamenkes Benjamin.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Husnul Muarif memaparkan bahwa mekanisme terintegrasi yang dijalankan di Puskesmas Cisadea ialah bagian dari peningkatan mutu pelayanan dan bentuk purwarupanya diselaraskan berdasarkan ketetapan dari Kemenkes.

Bukan cuma dari segi pelayanan, fungsi struktur gedung pun disinkronkan dengan regulasi milik Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

"Kalau puskesmas lain hampir sama programnya, cuma beberapa mungkin ada yang masih kurang, misalnya belum semua puskesmas ada Tes Cepat Molekuler (TCM)," katanya.

Mekanisme pelayanan yang saling terhubung ini pada akhirnya menjadikan Puskesmas Cisadea sebagai rujukan bagi fasilitas pelayanan kesehatan sejenis di sekitarnya.

Kendati begitu, Dinkes Kota Malang menilai masih harus mengoptimalkan fasilitas kesehatan di lokasi tersebut, terutama sarana deteksi beserta penanggulangan penyakit tuberkulosis (TBC).

"Nanti sama Pak Wamenkes akan dijamin satu, sehingga titik yang sudah ditentukan untuk tahun 2026 sebanyak 153 titik untuk pemakaian portable x-ray," jelasnya.

Terkini