Kekeringan Masih Mendominasi, BNPB Pantau Karhutla di Dua Pulau Besar

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:57:31 WIB
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana kekeringan masih mendominasi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang periode Selasa (28/7/2026) pukul 07.00 WIB sampai Rabu (29/7) pukul 07.00 WIB. 

Pada saat yang bersamaan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi atensi utama, khususnya yang melanda pulau Sumatera dan Kalimantan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa dalam rentang waktu tersebut, sejumlah bencana baru mulai bermunculan, meliputi kekeringan hingga karhutla.

Pada wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bencana kekeringan yang melanda pada Selasa (28/7) telah berimbas kepada 175 kepala keluarga (KK) atau sekitar 520 jiwa di kawasan Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar. 

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter atau dua ritase untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Abdul melalui keterangan resminya.

Masih di provinsi Jawa Barat, insiden karhutla terjadi di Kabupaten Sumedang dan melahap lahan seluas kurang lebih 3 hektare di Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari. 

Api akhirnya bisa dijinakkan berkat respons cepat dari tim gabungan sehingga tidak menyebar lebih luas. 

Sementara itu di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kebakaran lahan pada hari yang sama menghanguskan sekitar 3 hektare tanaman tebu siap panen di Desa Saren, Kecamatan Kalijambe. Api saat ini sudah dipadamkan dan area tersebut dipastikan telah aman.

Di samping memantau kejadian baru, BNPB tetap mengawasi perkembangan situasi kekeringan yang berkepanjangan di sejumlah wilayah. 

Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kekeringan yang melanda sejak 1 Juli 2026 kini telah berdampak pada 21.504 KK atau 69.889 jiwa. 

Pihak BPBD kembali memasok 30.000 liter air bersih atau setara enam ritase, yang salah satunya diarahkan untuk warga Kampung Cipambuan, Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang.

Untuk wilayah Jawa Tengah, bencana kekeringan di Kabupaten Banjarnegara telah dirasakan oleh 3.805 KK atau 11.920 jiwa sejak 22 Juni 2026. 

Sampai tanggal 28 Juli, BPBD tercatat sudah menggelontorkan 120.000 liter air bersih memanfaatkan 20 armada mobil tangki serta 16 kali pengiriman menggunakan kendaraan bak terbuka. Bencana kekeringan juga masih melanda Kabupaten Grobogan dengan total dampak mencapai 1.434 KK. 

BPBD daerah setempat kembali mendistribusikan 30.000 liter air bersih setelah proses asesmen memperlihatkan bahwa debit air dari sumber milik warga terus menyusut.

Selanjutnya di Kabupaten Demak, krisis air akibat kekeringan telah memengaruhi 850 KK atau 2.490 jiwa. Pasokan air bersih sebanyak 25.000 liter telah disalurkan bagi penduduk Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar. 

Sementara itu di Kabupaten Banyumas, dampak kekeringan kini bertambah luas hingga menyentuh 5.512 KK atau 17.692 jiwa, di mana proses distribusi bantuan air bersih masih terus berjalan demi mencukupi kebutuhan harian warga.

Di Kabupaten Pemalang, bencana kekeringan ini telah berdampak pada 6.109 KK. Pengiriman air bersih telah menjangkau 1.095 KK via BPBD, 420 KK via PMI, 487 KK via Baznas, serta 40 KK via Sabawana. 

Sedangkan di Kabupaten Pekalongan, kekeringan melanda 259 KK atau 458 jiwa, dengan total bantuan air bersih yang sudah disalurkan oleh BPBD mencapai 100.000 liter atau setara dengan 25 mobil tangki.

BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan upaya mitigasi dalam melewati musim kemarau dan mengantisipasi dampak El Nino. 

Langkah ini dijalankan lewat operasi modifikasi cuaca (OMC), penyediaan sumur bor, program pipanisasi, serta pengiriman pasokan air bersih demi menjaga ketahanan air bagi warga maupun sektor pertanian.

Terkini