Atasi Kemarau Panjang, BMKG dan BPBD Siapkan OMC Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:44:32 WIB
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginisiasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta sebagai langkah mengantisipasi penurunan kualitas udara sekaligus membantu menurunkan suhu selama musim kemarau. 

Operasi tersebut akan dijalankan secara situasional apabila Hari Tanpa Hujan (HTH) berlangsung cukup panjang dan tersedia awan yang dapat dimodifikasi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC di ibu kota dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Menurutnya, operasi tersebut hanya dapat dieksekusi ketika terdapat awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

“Kalau di Jakarta situasional ya. Jadi BMKG bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta itu secara situasional melihat situasi yang ada di Jakarta. Jadi ketika memang kondisinya sudah Hari Tanpa Hujan cukup panjang, maka dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca dengan catatan ketika awan masih ada ya. Karena kalau tanpa awan kami tidak bisa memodifikasi, sehingga nantinya bisa membuat Jakarta lebih adem,” kata Teuku Faisal kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Selain penyemaian awan menggunakan OMC, BMKG bersama BPBD DKI Jakarta juga telah memasang ground-based generator di sejumlah gedung tinggi di ibu kota. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu memicu hujan ketika terdapat awan hujan yang memenuhi syarat.

“Dan ini di beberapa gedung tinggi di Jakarta, kerja sama BMKG juga dengan BPBD DKI Jakarta, itu kami juga memasang namanya ground-based generator. Jadi ketika nanti ada awan yang kira-kira “sehat” untuk menghujankan Jakarta, maka akan dilepaskan uap air atau flare untuk kemudian terjadilah hujan. Ini biasanya kalau dalam dua-tiga minggu tanpa hujan sama sekali, kualitas udara di Jakarta juga menurun,” ujarnya.

Faisal menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer, khususnya keberadaan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Oleh karena itu, modifikasi cuaca hanya dapat dilakukan ketika kondisi cuaca memungkinkan.

“Jadi salah satu upayanya adalah dengan melakukan hujan (OMC) di pada saat kondisinya memungkinkan di Jakarta,” kata Faisal.

Terkini