Top! Indosat Raup Laba Rp4,31 Triliun Sepanjang Paruh Pertama 2026

Selasa, 28 Juli 2026 | 02:42:31 WIB
PT Indosat Tbk. (ISAT) berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 84,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,31 triliun pada paruh pertama tahun 2026. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) berhasil mencatatkan lonjakan laba bersih hingga 84,5% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,31 triliun pada paruh pertama tahun 2026. 

Pertumbuhan yang signifikan ini disokong oleh kenaikan pendapatan, peningkatan profitabilitas, serta keuntungan satu kali (one-off gain) yang diperoleh dari monetisasi lini bisnis FiberCo.

Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menembus Rp4,31 triliun pada semester I/2026, melesat dari angka Rp2,34 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Di samping itu, pendapatan perusahaan tumbuh sebesar 13,1% YoY menjadi Rp30,65 triliun, sementara EBITDA ikut meningkat 13,6% menjadi Rp14,60 triliun dengan margin EBITDA yang terjaga stabil pada level 47,6%.

"Kinerja tersebut mencerminkan kekuatan model bisnis yang semakin skalabel, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta kemampuan perseroan menciptakan pertumbuhan yang berkualitas di tengah persaingan industri telekomunikasi," jelas Manajemen Indosat dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Meninjau dari aspek operasional, sektor pendapatan seluler masih menjadi penyumbang terbesar dengan raihan Rp25,53 triliun atau setara dengan 83,3% dari total seluruh pendapatan, tumbuh sebesar 12,2% jika dibandingkan dengan semester I/2025.

Sementara itu, untuk segmen Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDI) membukukan laju pertumbuhan paling cepat yaitu sebesar 18,5% menjadi Rp4,69 triliun, sedangkan untuk pendapatan dari sektor telekomunikasi tetap mengalami kenaikan sebesar 8,4% menjadi Rp431,9 miliar.

Pihak perseroan memaparkan bahwa lonjakan laba bersih ini utamanya dipicu oleh kenaikan pendapatan serta peningkatan penghasilan operasional lain-lain. 

Faktor kunci utama dari hasil ini berasal dari keuntungan satu kali hasil transaksi monetisasi FiberCo pada semester I/2026, kendati sebagian sempat tergerus oleh kenaikan beban untuk penyelenggaraan jasa, penyusutan, amortisasi, karyawan, pemasaran, serta administrasi.

Indosat juga menorehkan perolehan laba usaha sebesar Rp7,74 triliun atau naik sebanyak 49,3% YoY. 

Di sisi lain, pembengkakan beban operasional tercatat hanya naik 4,5% menjadi Rp22,92 triliun, angka yang lebih rendah jika dibandingkan laju pertumbuhan pendapatan sehingga turut menunjang penguatan profitabilitas perusahaan.

Capaian performa operasional ini juga disokong oleh membaiknya kualitas dari para pelanggan. Nilai ARPU (average revenue per user) seluler gabungan terkerek naik 17,3% menjadi Rp46.000, sedangkan untuk trafik data meningkat sebesar 19,9% menjadi 9.892 petabyte (PB). 

Adapun total kuantitas pelanggan seluler berada di kisaran 93,4 juta hingga penghujung Juni 2026.

Demi memfasilitasi lonjakan pertumbuhan trafik tersebut, Indosat terus memperluas jangkauan jaringan dengan mengoperasikan sekitar 214.000 BTS 4G dan lebih dari 10.000 BTS 5G hingga akhir semester I/2026. 

Skala jumlah BTS 5G ini melesat lebih dari 11 kali lipat jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Bukan hanya memperkokoh aspek infrastruktur, pada tahun ini Indosat juga membangun jalinan kemitraan strategis bersama Arsari Group lewat PT Infra Fiber Teknologi (IFT) untuk mematangkan infrastruktur fiber digital terbuka (open access). 

Perusahaan pun menggandeng pihak Nokia untuk modernisasi jaringan lewat penerapan 5G Radio Access Network (RAN) yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) demi mendongkrak kualitas layanan digital kepada para penggunanya.

Berikut adalah rincian kinerja Indosat (ISAT) sepanjang Semester I/2026:

  • Pendapatan: Rp30,65 triliun, naik 13,1% YoY.
  • EBITDA: Rp14,60 triliun, tumbuh 13,6% YoY.
  • Margin EBITDA: 47,6%, naik dari 47,4%.
  • Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk: Rp4,31 triliun, melonjak 84,5% YoY.
  • Laba usaha: Rp7,74 triliun, meningkat 49,3% YoY.
  • Pendapatan seluler: Rp25,53 triliun, naik 12,2% YoY.
  • Pendapatan Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDI): Rp4,69 triliun, naik 18,5% YoY.
  • Pendapatan telekomunikasi tetap: Rp431,9 miliar, naik 8,4% YoY.
  • ARPU seluler gabungan: Rp46.000, meningkat 17,3% YoY.
  • Pelanggan seluler: 93,4 juta.
  • Trafik data: 9.892 PB, tumbuh 19,9% YoY.
  • BTS 4G: 214.326 unit, naik 5,5% YoY.
  • BTS 5G: 10.117 unit, melonjak 1.153,7% YoY.
  • Kas dan setara kas: Rp15,78 triliun, naik 205% dibandingkan semester I/2025.
  • Belanja modal (capex): Rp9,52 triliun (di luar aset hak guna), dengan sekitar 57,1% dialokasikan untuk bisnis seluler.

Terkini